Pemkab Pasaman Barat Lacak 5.700 Orang di 57 Titik untuk Deteksi Dini TBC

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:50:32 WIB
Petugas kesehatan memeriksa warga dalam penelusuran TBC di Pasaman Barat.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggelar penelusuran Tuberkulosis (TBC) terhadap 5.700 orang di 57 lokasi guna mencegah penularan sedini mungkin. Kegiatan yang berlangsung sejak 13 Agustus hingga 6 Oktober 2026 itu menyasar nagari-nagari di seluruh wilayah kabupaten. Petugas kesehatan diterjunkan untuk memeriksa dahak sekaligus memberi edukasi kepada warga.

SIMPANG EMPAT — Dinas Kesehatan Pasaman Barat menurunkan tim gabungan dalam operasi penelusuran TBC yang menyisir 57 titik di nagari-nagari setempat. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia menyebut penelusuran ini menyasar 5.700 orang yang tersebar di wilayah kerja puskesmas. Selain pemeriksaan kesehatan, petugas mengambil sampel dahak untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab TBC.

Tim yang diterjunkan melibatkan dokter spesialis, dokter puskesmas, perawat, bidan, petugas laboratorium, pemegang program TB, hingga personel dinas kesehatan. Komposisi itu dipilih agar deteksi bisa dilakukan langsung di lapangan, bukan hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.

Petugas Juga Beri Edukasi di Lokasi Pemeriksaan

Di setiap titik, warga tidak hanya diperiksa. Petugas menyampaikan informasi soal gejala TBC, cara penularan, dan pentingnya pengobatan tuntas agar tidak menularkan ke anggota keluarga lain. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena warga menerima penjelasan langsung saat diperiksa.

"Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk menghentikan penularan TBC," kata Gina.

Pasaman Barat mencatat TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu penanganan serius. Penularan terjadi melalui udara saat penderita batuk atau bersin, sehingga orang di sekitar bisa tertular tanpa disadari. Karena itu, penemuan kasus sedini mungkin menjadi kunci pemutusan rantai penularan.

Penelusuran Berlanjut di 90 Nagari lewat Cek Kesehatan Gratis

Gina memastikan tim akan melanjutkan penelusuran TBC yang terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis (CKG). Program itu menjangkau 90 nagari yang ada di Pasaman Barat, sehingga warga di daerah terpencil tetap mendapat akses pemeriksaan.

"Tim akan terus melakukan tracking TBC yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis (CKG) di 90 nagari yang ada," ujarnya.

Pemeriksaan langsung ke masyarakat dinilai menjadi cara paling efektif untuk menemukan kasus sekaligus menindaklanjuti hasil temuan. Warga yang terdeteksi positif akan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan sesuai standar.

Dinas Kesehatan mengajak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas atau saat kegiatan CKG berlangsung. Gina menekankan pemeriksaan rutin memudahkan antisipasi penyakit sebelum berkembang lebih berat.

"Mari periksaan kesehatan secara rutin sehingga antisipasi penyakit akan bisa dilakukan," kata Gina.

Warga yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua pekan, demam, keringat malam, atau berat badan turun tanpa sebab diminta segera memeriksakan diri. Pengobatan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah tidak dipungut biaya.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top