SUMATERA BARAT — RM Sotheby's mengonfirmasi bahwa hasil penjualan Ferrari Luce 'Chassis 0' akan diserahkan sepenuhnya kepada The Ferrari Foundation untuk mendukung program pendidikan. Menariknya, rumah lelang tersebut membebaskan seluruh biaya komisi pembeli pada transaksi amal ini, sehingga dana yang diterima yayasan tidak berkurang sedikit pun.
Pemenang lelang adalah investor dan filantropis Dr. Herbert Wertheim. Ia berhasil mengamankan hak kepemilikan unit prototipe pertama dari lini kendaraan listrik revolusioner Ferrari, yang sebelumnya sempat diragukan oleh para penggemar fanatik karena dianggap mencederai warisan mesin pembakaran internal.
Kolaborasi dengan Mantan Desainer Utama Apple
Ferrari tidak sendirian dalam merancang Luce. Pabrikan asal Maranello ini menggandeng LoveFrom, studio desain milik Sir Jony Ive yang merupakan mantan kepala desain utama Apple. Hasilnya adalah filosofi desain radikal yang tetap mempertahankan garis estetika khas Italia.
Unit 'Chassis 0' yang terjual dibalut warna khusus bernama Madreperla Semi-Gloss. Cat mutiara berteknologi tinggi ini punya kemampuan optik dinamis—memantulkan gradasi warna dari hijau zamrud hingga ungu tua, tergantung sudut pandang dan intensitas cahaya matahari.
Empat Motor Listrik dengan Tenaga Lebih dari 1.000 HP
Ferrari Luce dibangun di atas platform arsitektur EV modular baru yang memadukan serat karbon kelas dirgantara dengan paduan aluminium canggih. Ditenagai konfigurasi empat motor listrik independen yang dikembangkan dari divisi balap Scuderia Ferrari, total tenaga kumulatifnya menembus angka 1.000 tenaga kuda (hp).
- Akselerasi 0-100 km/jam: kurang dari 2,0 detik
- Kecepatan maksimal: dibatasi elektronik pada 350 km/jam
- Torsi instan: vektor torsi presisi mikro di masing-masing roda untuk traksi optimal di tikungan
Paket baterai solid-state generasi baru berkapasitas 110 kWh ditempatkan strategis di lantai kendaraan demi pusat gravitasi rendah. Teknologi pengisian cepat 900-volt memungkinkan daya terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 15 menit.
Sistem pendinginnya mengadopsi teknologi fluida dielektrik canggih yang diturunkan langsung dari mobil balap Formula 1, menjaga temperatur inti sel baterai tetap stabil saat performa tinggi berkelanjutan.
Aerodinamika Aktif dan Kabin Minimalis
Sektor aerodinamika Ferrari Luce menggunakan sayap dan diffuser aktif yang dikontrol real-time oleh komputer pintar. Sayap ini bekerja menyesuaikan kebutuhan downforce pada kecepatan dan mode berkendara tertentu.
Kabinnya mengusung pendekatan minimalis khas LoveFrom—layar utama ramping, kontrol fisik yang intuitif, dan material premium yang menciptakan kesan mewah namun tidak berlebihan. Ferrari Luce membuktikan bahwa transisi menuju elektrifikasi tidak harus mengorbankan karakter dan performa khas pabrikan Italia tersebut.