Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi bersama jajaran Kodim 0304/Agam menggelar latihan gabungan penanggulangan kebakaran di Lapangan Wira Braja, Rabu (26/8). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi musibah kebakaran di wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya.
BUKITTINGGI — Puluhan personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi dan Kodim 0304/Agam mengikuti dua tahap simulasi penanggulangan kebakaran, yakni latihan kering (dry run) dan latihan basah (wet run), di Lapangan Wira Braja, Rabu (26/8). Latihan ini menjadi ajang uji ketangkasan prosedur pemadaman api menggunakan peralatan asli sekaligus pembiasaan gerak refleks personel saat kondisi darurat.
Kepala Dinas Damkar Kota Bukittinggi, Jhoni Feri, menyebut latihan bersama ini merupakan langkah esensial untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis personel, khususnya dalam penggunaan dan pemeliharaan peralatan pemadam. “Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kesiapsiagaan personil Kodim 0304/Agam bersama instansi terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana kebakaran di wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya,” ujarnya.
Materi Latihan: dari Deteksi Dini hingga Evakuasi Korban
Sebelum terjun ke simulasi lapangan, para peserta terlebih dahulu menerima pembekalan teoritis. Materi yang disampaikan mencakup cara mendeteksi dini potensi api, teknik pencegahan, hingga prosedur evakuasi darurat yang aman.
Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, menegaskan bahwa latihan ini menitikberatkan pada sinergi lintas sektor. “Materi latihan yang diterapkan dengan metode teori dan praktek simulasi ini mencakup penyuluhan pencegahan kepada warga, simulasi penyiapan posko darurat, pemadaman lahan, evakuasi cepat korban, serta upaya pemulihan pasca bencana,” kata Dandim.
Uji Ketangkasan dengan Dua Metode Simulasi
Puncak kegiatan diisi dengan dua tahap simulasi. Tahap pertama adalah simulasi kering (dry run) yang melatih prosedur penanganan awal tanpa menggunakan media air. Metode ini bertujuan membiasakan gerak refleks personel dalam merespons kejadian.
Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan simulasi basah (wet run). Pada tahap ini, personel TNI dan Damkar mempraktikkan langsung pemadaman api menggunakan peralatan asli untuk menguji ketangkasan di lapangan.
Dalam simulasi tersebut, prajurit Kodim Agam bersama personel gabungan menunjukkan kekompakan. “Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan soliditas yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan perlindungan masyarakat,” kata Dandim mengakhiri.