Pencarian

Unand Beri Anugerah ke 7 Alumni Inspiratif di Malam Puncak Dies Natalis ke-70, dari Entrepreneur hingga Lifetime Achievement

Selasa, 15 September 2026 • 07:31:31 WIB
Unand Beri Anugerah ke 7 Alumni Inspiratif di Malam Puncak Dies Natalis ke-70, dari Entrepreneur hingga Lifetime Achievement
Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan penghargaan kepada tujuh alumni inspiratif pada malam puncak Dies Natalis ke-70.

PADANG — Rektor Unand Efa Yonnedi menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi universitas terhadap alumni yang mengabdikan keahlian dan kapasitasnya untuk pembangunan dan kemajuan bangsa.

"Penghargaan ini adalah suatu kebanggaan bagi kampus, karena lulusan Unand telah berkomitmen dan berkontribusi memajukan bangsa," ujar Efa.

Menurutnya, tujuh penerima penghargaan bukan berarti menjadi satu-satunya lulusan Unand yang berdedikasi. Penghargaan itu hanya representasi dari luasnya kiprah alumni yang tersebar di berbagai bidang kehidupan.

Siapa Saja Tujuh Penerima Anugerah Dies Natalis Unand ke-70

Penghargaan dibagi ke dalam tujuh kategori yang mencerminkan beragam jalur kiprah alumni. Berikut daftar lengkapnya:

  • Kategori Alumni Milenial atau Gen Z: Elsa Maharrani
  • Kategori Entrepreneur and Business Leadership: Rendy Alfuadi, S.Kom.
  • Kategori Birokrat atau Tokoh Layanan Publik: dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA
  • Kategori Kiprah Internasional: Prof. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), M.Sc., Ph.D.
  • Kategori Peneliti atau Inovator: Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.
  • Kategori Tokoh Penggerak Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Ir. Djoni
  • Kategori Lifetime Achievement: Prof. Dr. Ir. H. Fachri Ahmad, M.Sc.

Peran Alumni Dinilai Kunci bagi Kemajuan Kampus

Efa menegaskan keberadaan alumni menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Unand. Menurut dia, kiprah mereka di tengah masyarakat adalah salah satu bentuk dampak yang lahir dari proses pendidikan di kampus.

"Peran alumni sangat penting untuk kemajuan universitas. Mereka semua ikut andil dan berkontribusi dalam berbagai lini," katanya.

154 Program Studi dan 1.500 Proyek Riset Sepanjang 2025

Dalam Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 di Auditorium Kampus Limau Manis pada Senin siang, Efa memaparkan sejumlah capaian Unand. Kampus itu kini memiliki 154 program studi, dengan 87 di antaranya berstatus unggul dan 29 telah memperoleh akreditasi internasional.

Di bidang riset, sepanjang 2025 Unand melaksanakan lebih dari 1.500 proyek penelitian. Dari kegiatan tersebut, 1.344 publikasi dihasilkan dan terindeks Scopus, dengan 51,7 persen di antaranya berada pada jurnal Q1 dan Q2.

Hilirisasi hasil riset juga menunjukkan perkembangan. Pada 2026, Unand mencatat tujuh produk atau prototipe, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialkan. Bidang pengabdian kepada masyarakat menjalankan lebih dari 2.045 proyek sepanjang 2021 hingga 2026.

Peringkat Asia Unand Naik dari 470 ke 396

Capaian itu turut tercermin dalam pemeringkatan QS. Posisi Unand di tingkat Asia meningkat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026. Jejaring kerja sama internasionalnya kini mencakup lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara.

Tema "Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak" dipilih untuk menggambarkan perjalanan tujuh dekade kampus asal Sumatera Barat tersebut.

Insan Pers dan Lembaga Pers Mahasiswa Ikut Diapresiasi

Selain alumni, Unand memberikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai berkontribusi menyebarluaskan informasi positif mengenai universitas. Dalam Sayembara Menulis Artikel dan Konten Kreator Anugerah Insan Pers kategori Jurnalis Media Cetak atau Online, juara pertama diraih Heri Faizal dari Langgam.id, juara kedua Ardasani dari Haluan, dan juara ketiga Muharman dari Harian Rakyat Sumbar.

Untuk kategori Jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa di lingkungan Unand, juara pertama diraih Oktavia Ramadhani dari Genta Andalas, juara kedua Zaki Latif Bagia Rahman dari Genta Andalas, dan juara ketiga Cici Famelya dari LPM Detak Alinea.

Malam puncak Dies Natalis juga diisi pertunjukan seni. Dewan Profesor Unand menampilkan vocal group, disusul penampilan lagu oleh mahasiswa dan pembacaan puisi oleh Dharma Wanita Persatuan Unand. Dewan Profesor turut memperagakan ragam busana adat Minangkabau, mulai dari Tingkuluak Sungayang, Suntiang Solok, Tingkuluak Tanduak Balenggek, Busana Padang Magek, Suntiang Kurai, Tingkuluak Kompong, Suntiang Padang, Suntiang Pariaman, hingga Suntiang Tanduak.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: scientia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks