SUMATERA BARAT — Sebanyak 67 anak dari empat taman kanak-kanak di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, menerima bantuan makanan bergizi dalam program kolaborasi sektor swasta dan pemerintah daerah. Inisiatif ini berjalan seiring pembangunan rumah kaca hidroponik di SMKN 4 Dumai yang melibatkan 40 siswa dan 10 warga sekitar. Simak bagaimana kedua program ini menyokong tumbuh kembang generasi muda Dumai.
Dua program berjalan bersamaan di Dumai: pemenuhan gizi anak usia dini dan pembelajaran praktik bercocok tanam hidroponik. Keduanya digagas PT Ivo Mas Tunggal (IMT), anak perusahaan Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Tzu Chi Sinar Mas dan ADM.
Program gizi menyasar 67 anak dari empat TK di Kecamatan Sungai Sembilan. Sementara rumah kaca hidroponik di SMKN 4 Dumai menjadi ruang belajar langsung bagi 40 siswa.
Gizi Anak Usia Dini di Sungai Sembilan
Empat taman kanak-kanak yang terlibat adalah TK 01 Negeri Kelas Jauh Sungai Geniot, TK Negeri 01 Kelas Jauh Batu Teritip, TK Harapan Lestari, dan TK Pelangi Ceria. Program ini mendapat dukungan Pemerintah Kota Dumai melalui Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan.
Bunda PAUD Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, SKM, menegaskan pemenuhan gizi sejak dini adalah fondasi utama tumbuh kembang anak yang sehat.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PT Ivo Mas Tunggal, Tzu Chi Sinar Mas, dan ADM terhadap isu gizi anak usia dini. Sinergi seperti ini antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat membawa dampak nyata bagi tumbuh kembang anak-anak kita," ujarnya.
Rumah Kaca Hidroponik di SMKN 4 Dumai
Fasilitas ini melibatkan 40 siswa dan 10 warga sekitar dalam pembangunannya. Para siswa belajar sepanjang siklus budi daya, dari menanam, merawat, hingga memanen.
Kegiatan praktik ini melatih ketelitian, konsistensi, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Siswa juga mengamati langsung pertumbuhan tanaman dan menerapkan ilmu secara nyata.
Rudhatul Fikri, siswa SMKN 4 Dumai, merasakan manfaat langsung dari pelatihan tersebut.
"Lewat pelatihan langsung seperti ini, saya jadi lebih paham bagaimana sistem hidroponik sebenarnya bekerja. Pelatihan ini juga membekali saya dengan keterampilan untuk mulai membangun kebun hidroponik sendiri di rumah. Salah satu pelajaran paling berharga adalah pentingnya menjaga pasokan air tetap stabil, apalagi saat tanaman mulai tumbuh," ujarnya.
Pembelajaran Vokasi yang Membumi
Kepala SMKN 4 Dumai, Miftahul Jannah, menilai rumah kaca ini memberi ruang lebih besar bagi sekolah menghadirkan pembelajaran aplikatif. Menurutnya, kegiatan berbasis praktik membentuk cara siswa bekerja lebih hati-hati dan konsisten.
"Dalam pendidikan vokasi, proses belajar juga perlu membentuk cara siswa bekerja. Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar untuk lebih teliti, lebih konsisten, dan lebih bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, serta terbiasa menuntaskan sebuah proses hingga menghasilkan sesuatu yang nyata. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi pilihan hidup setelah menyelesaikan pendidikan," katanya.
Keberlanjutan Manfaat Jadi Kunci
Deputy General Manager PT Ivo Mas Tunggal, Paulus Lidi, menyebut keberlanjutan manfaat fasilitas bagi siswa jadi pertimbangan utama pengembangan program. Ia ingin membangun sesuatu yang bisa terus dikelola dan dikembangkan sekolah sesuai kebutuhan sendiri.
"Kolaborasi menjadi penting karena setiap pihak membawa peran dan keahliannya masing-masing. Yang ingin kami bangun bukan sekadar fasilitas, melainkan sesuatu yang bisa terus digunakan, dikelola, dan dikembangkan oleh sekolah sesuai kebutuhannya sendiri. Dengan begitu, manfaat inisiatif ini dapat terus diwariskan dari satu generasi siswa ke generasi berikutnya," jelas Paulus.
Global Head of Pulses and PKE ADM, Tobias Westphalen, menyatakan kedua inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan ADM terhadap masyarakat setempat melalui program ADM Cares.
"Melalui ADM Cares, kami bekerja sama dengan berbagai organisasi di wilayah tempat kami beroperasi untuk memahami kebutuhan masyarakat setempat dan menemukan cara agar kami bisa turut berkontribusi. Bersama PT Ivo Mas Tunggal dan Tzu Chi Sinar Mas, kami dapat menyatukan upaya untuk mendukung inisiatif-inisiatif yang relevan bagi masyarakat di Dumai," katanya.
Dua program di Dumai ini menunjukkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bisa memberi dampak nyata. Anak usia dini mendapat asupan gizi lebih baik, sementara siswa SMK mengasah keterampilan praktis yang berguna setelah lulus.