SUMATERA BARAT — Garuda Wisnu Kencana Cultural Park di Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, menyuguhkan patung setinggi 121 meter karya I Nyoman Nuarta yang berdiri di ketinggian 263 meter di atas permukaan laut. Tiket masuk reguler dipatok Rp 150.000 per orang pada hari kerja, sementara pembelian daring sering menawarkan promo sekitar Rp 120.000. Kawasan budaya seluas 4 hektar ini juga menggelar 15 pertunjukan seni setiap hari, termasuk Tari Kecak tanpa biaya tambahan pada pukul 18.00 WITA.
Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, menjadi salah satu destinasi wajib bagi pelancong yang berkunjung ke Bali. Patung raksasa karya maestro I Nyoman Nuarta ini digagas sejak 1992 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2018. Proses pembangunannya memakan waktu 28 tahun.
Patung setinggi 121 hingga 122 meter dengan lebar sayap 64 hingga 66 meter itu tersusun dari 754 modul tembaga dan kuningan. Kawasan wisata budaya seluas 4 hektar ini dikelola PT Alam Sutera Realty Tbk dan kini menjadi simbol kebanggaan pariwisata Indonesia.
Daya Tarik Utama: Patung hingga Titian Garuda
Wisatawan bisa menjelajahi sejumlah titik foto ikonik di kawasan GWK Cultural Park. Ada Plaza Wisnu yang megah, Plaza Garuda, serta Jembatan Titian Garuda sepanjang 239 meter yang menghubungkan area plaza menuju patung utama.
Bagi pengunjung yang ingin pengalaman fotografi dalam ruangan bergaya tradisional Bali dan Jawa, tersedia galeri ASANA Artseum. Program eksklusif Top of Statue Tour mengajak pengunjung menaiki lift menuju lantai 9 yang berisi museum sejarah pembangunan patung.
Perjalanan berlanjut hingga lantai 23. Di ketinggian lebih dari 100 meter, pengunjung dapat berdiri di atas lantai kaca transparan sambil menyaksikan panorama 360 derajat. Dari titik ini terlihat Kota Denpasar, Bukit Jimbaran, dan Samudra Hindia.
Pertunjukan Seni Setiap Hari
GWK Cultural Park menyajikan 15 pertunjukan budaya yang dibawakan seniman dan penari profesional. Jadwalnya tersebar sepanjang hari, mulai Tari Sekar Jepun pukul 10.00 WITA, Gamelan Rindik pukul 12.00 WITA, Bali Cultural Parade pukul 16.00 WITA, hingga Joged Bumbung pukul 17.00 WITA.
Puncak pementasan harian ditutup Tari Kecak GWK di area Amphitheater setiap pukul 18.00 WITA. Selain pertunjukan harian, taman budaya ini rutin menggelar perhelatan tahunan skala besar seperti Festival Ogoh-ogoh, Festival Penjor, Festival Kemerdekaan, dan Bali Countdown saat pergantian tahun.
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas
Tiket reguler Publish Entrance Ticket dibanderol Rp 150.000 per orang untuk dewasa pada hari kerja. Pembelian secara daring sering menawarkan promo sekitar Rp 120.000 per orang.
Wisatawan yang memilih Package Ultimate atau tur Top of Statue Tour perlu menyiapkan Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per orang. Tarif ini sudah mencakup akses masuk hingga lantai 23 patung utama plus layanan pemandu tur profesional.
Untuk mobilisasi di area yang luas, pengelola menyediakan Buggy Shuttle Service dengan tarif tambahan Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per orang. Fasilitas gratis meliputi bus antar-jemput internal, kursi roda, payung, mushola, dan klinik kesehatan.
Pilihan Kuliner di Dalam dan Sekitar GWK
Di dalam area GWK terdapat Jendela Bali Restaurant yang menawarkan hidangan otentik khas Nusantara dan internasional. Restoran ini menyuguhkan latar pemandangan perbukitan serta laut.
Di area sekitarnya, tersedia BB52 Burgers Ungasan untuk sajian burger premium dan Kat's Kitchen yang menyajikan masakan otentik Thailand. Ada pula kafe bernuansa santai seperti Bukit Cafe dan Koffietons.
Bagi yang mencari tempat makan lokal hemat, ada Warung Nasi Pecel Bu Tinuk dan Warung Makan Campur-Campur Bu Widya.
Tips Berkunjung
Wisatawan disarankan tiba di lokasi pada sore hari mulai pukul 15.30 WITA. Waktu ini menghindarkan pengunjung dari terik matahari sekaligus siap menyaksikan pementasan Tari Kecak tanpa biaya tambahan.
Pembelian tiket secara daring sangat dianjurkan untuk mempersingkat waktu dan menghindari antrean panjang di loket. Kenakan pakaian nyaman, bawa pelindung matahari, dan manfaatkan fasilitas shuttle bus yang tersedia.
Kunjungan ke salah satu patung tertinggi di dunia ini bisa menjadi pengalaman berlibur di Bali yang berkesan. Alokasikan waktu 3 hingga 4 jam untuk menjelajahi seluruh area dan menonton pertunjukan.