Padang – Pemerintah mulai memperluas sasaran pupuk bersubsidi yang selama ini identik dengan sektor pertanian. Mulai tahun ini, program tersebut juga menyasar sektor perikanan, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar) yang memperoleh alokasi sebanyak 120 ton pupuk bersubsidi.
Manajer Penjualan Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau PT Pupuk Indonesia, Fajar Ahmad, menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis pupuk yang dialokasikan untuk sektor perikanan, yakni pupuk urea, pupuk SP36, dan pupuk organik.
Untuk wilayah Sumbar, alokasi pupuk urea sektor perikanan ditetapkan sebesar 29 ton, pupuk SP36 sebanyak 2 ton, serta pupuk organik mencapai 89 ton. Seluruh alokasi tersebut akan disalurkan ke lima kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Distribusi pupuk bersubsidi sektor perikanan di Sumbar dibagi ke Kabupaten Agam, Dharmasraya, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang,” ujar Fajar saat ditemui di RRI Padang, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, penerima pupuk bersubsidi sektor perikanan ditujukan bagi pelaku usaha pembenihan dan pembesaran ikan. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2005 tentang tata kelola pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan.
Adapun komoditas pembenihan ikan yang berhak menerima pupuk subsidi meliputi udang windu, udang vaname, bandeng, nila, mas, gurame, lele, dan patin. Sementara untuk usaha pembesaran, komoditas yang didukung antara lain udang windu, udang vaname, bandeng, nila, patin, dan lele.
Lebih lanjut, Fajar menambahkan bahwa penerima manfaat harus tergabung dalam komunitas perikanan serta terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Pupuk Subsidi Perikanan (e-RPSP). Proses penyaluran pupuk hingga kini masih terus dikoordinasikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Program pupuk bersubsidi sektor perikanan ini merupakan inisiatif baru pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya peningkatan ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan melalui penguatan produksi perikanan budi daya yang berkelanjutan.
Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami ikan, terutama bagi pembudi daya yang masih menggunakan teknologi sederhana.