Pencarian

Pemko Padang Percepat Pemulihan Irigasi Gunung Nago untuk Atasi Kekeringan

Senin, 26 Januari 2026 • 19:50:05 WIB
Pemko Padang Percepat Pemulihan Irigasi Gunung Nago untuk Atasi Kekeringan
Wali Kota Padang Fadly Amran memantau langsung pemulihan saluran irigasi Gunung Nago.

Padang - Pemerintah Kota Padang mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda Kecamatan Pauh dan Kuranji dengan mempercepat pemulihan saluran irigasi Gunung Nago. Upaya ini difokuskan untuk mengalirkan kembali air irigasi guna menaikkan permukaan air tanah agar sumur-sumur warga yang mengering dapat kembali terisi.

Pada Senin (26/1/2026), Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran instansi terkait turun langsung ke lokasi irigasi Gunung Nago guna memantau progres pekerjaan di lapangan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan normalisasi saluran irigasi sisi kanan dan kiri berjalan sesuai rencana.

Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan irigasi Gunung Nago memiliki peran strategis sebagai penyangga ketersediaan air tanah bagi kawasan permukiman di sekitarnya, sehingga pemulihan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi telah menyebabkan penurunan signifikan permukaan air tanah. Kondisi tersebut membuat banyak sumur dangkal warga tidak lagi mengeluarkan air.

“Dengan mengalirkan kembali air ke saluran irigasi, harapannya air akan meresap ke dalam tanah dan menaikkan muka air tanah, sehingga sumur-sumur warga dapat terisi kembali,” jelas Tri di lokasi pengerjaan.

Ia menambahkan, meskipun irigasi Gunung Nago berada di wilayah Kota Padang, kewenangannya berada di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat karena luas daerah irigasi mencapai sekitar 2.800 hektare. Oleh sebab itu, Pemko Padang melakukan penanganan melalui kolaborasi lintas instansi.

“Ini kerja bersama antara Pemko Padang, Pemerintah Provinsi, dan Balai Wilayah Sungai. Koordinasi ini penting agar penanganan teknis berjalan tanpa terkendala administrasi,” ujarnya.

Dinas PUPR Padang menerapkan dua metode berbeda untuk mempercepat aliran air. Pada saluran irigasi kanan, digunakan dua unit pompa besar bantuan dari Balai Wilayah Sungai dengan kapasitas total 500 liter per detik untuk menyedot air langsung dari sungai ke saluran irigasi.

Sementara itu, pada saluran irigasi kiri, pengerjaan difokuskan pada pembersihan sedimen dan pengerukan material yang menghambat aliran air di pintu masuk (intake).

“Jika pembersihan sedimen dan perbaikan intake rampung, air bisa langsung dialirkan. Target kami dalam satu hingga dua hari air sudah sampai ke kawasan permukiman warga,” kata Tri optimistis.

Melalui percepatan pemulihan irigasi ini, Pemko Padang berharap dampak kekeringan dapat segera teratasi dan kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi.

Bagikan
Sumber: Padang.go.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks