Pulihkan UMKM Pascabencana, Sumbar Hadirkan Klinik UMKM Minang Bangkit

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 23 Januari 2026 | 15:45:05 WIB

Padang – Pemerintah resmi meluncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera Barat. Fasilitas yang berlokasi di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, Jumat (23/1/2026).

Peluncuran klinik tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pusat Layanan Terpadu Pemulihan UMKM

Wamen UMKM RI Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi menjadi layanan terpadu untuk pemulihan UMKM, mulai dari permodalan, pendampingan mental, hingga penguatan akses pasar.

“Bencana telah memutus permodalan dan mengguncang fondasi ekonomi pelaku usaha. Klinik ini hadir sebagai solusi konkret, mulai dari pendataan akurat, pemulihan mental, sampai membuka akses pasar digital,” ujar Helvi.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong membantu UMKM bangkit. Menurutnya, pelaku usaha di Sumatera Barat memiliki karakter kewirausahaan yang kuat dan mampu berkembang jika didukung secara tepat.

“Dengan semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, kami mendorong pelaku UMKM tetap optimistis dan memanfaatkan klinik ini agar usahanya bisa naik kelas,” tambahnya.

15.000 UMKM Terdampak, Data Diverifikasi Langsung

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bahwa sekitar 15.000 UMKM terdampak akibat banjir dan longsor, bahkan banyak di antaranya kehilangan peralatan produksi.

Menurut Mahyeldi, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran melalui verifikasi data by name by address, dilengkapi dokumentasi kondisi usaha di lapangan.

Mobil Klinik dan Akses Pasar Ekspor

Selain layanan di kantor, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengoperasikan Mobil Klinik UMKM untuk menjangkau pelaku usaha di wilayah terdampak bencana yang sulit diakses. Program ini disinergikan dengan PLUZI Academy guna memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing hingga pasar ekspor.

Tiga Tahap Pemulihan UMKM

Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah menjelaskan bahwa pemulihan UMKM dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pulih mental, pulih usaha, dan tumbuh.

“Trauma healing menjadi langkah awal agar pelaku usaha kembali percaya diri. Setelah itu, pemulihan operasional didorong hingga UMKM tumbuh lebih tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Saat ini, tercatat 4.876 UMKM di 12 wilayah menjadi prioritas penanganan cepat. Sebagai langkah awal, pemerintah telah menyalurkan 565 unit sarana produksi dan 415 paket bahan baku, hasil kolaborasi dengan BUMN, perbankan, serta mitra strategis lainnya.

“Ini kerja bersama lintas instansi agar mesin ekonomi UMKM kembali berputar. Kami menargetkan UMKM Sumatera Barat menjadi pilar ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutup Siti Azizah.

Reporter: Redaksi
Back to top