13 Armada Dikerahkan Setiap Hari, Padang Kejar Target Atasi Krisis Air Sebelum Ramadan

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 27 Januari 2026 | 10:10:05 WIB
BPBD Padang koordinasikan pengoperasian armada pengangkut air dengan intensitas 30 perjalanan per hari.

PADANG – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah cepat menyikapi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah dengan menggelar rapat koordinasi darurat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Senin (26/1/2026). Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran pimpinan daerah dan instansi teknis.

Dalam forum tersebut, Fadly Amran memaparkan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi merupakan imbas terganggunya dua sumber air utama, yakni kawasan Gunung Nago dan aliran Sungai Batang Kuranji. Gangguan ini berdampak langsung pada pasokan air bersih masyarakat di Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Menurut Fadly, situasi ini menuntut penanganan terkoordinasi dan berbasis data agar distribusi air bersih berjalan tepat sasaran. Oleh karena itu, pemerintah kota menetapkan skema pengendalian terpusat terhadap seluruh armada pengangkut air.

“Pengiriman air harus terkoordinasi dengan baik agar tidak terjadi penumpukan di satu titik dan kekosongan di titik lain,” ujar Fadly dalam rapat tersebut.

Pengelolaan distribusi air bersih selanjutnya dikoordinasikan melalui BPBD Kota Padang. Sebanyak 13 armada gabungan dari BPBD, Damkar, Balai PU, dan PMI dioperasikan setiap hari dengan intensitas sekitar 30 perjalanan pengangkutan. Setiap unit mampu menyalurkan lebih dari 100 meter kubik air per hari untuk memenuhi kebutuhan warga di luar pelanggan tetap PDAM.

Di sisi lain, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman masih melakukan penelusuran administratif terkait rencana pembangunan 212 sumur bor, khususnya memastikan kejelasan status lahan agar program dapat segera direalisasikan.

Mengantisipasi kondisi cuaca kering yang diperkirakan masih berlanjut—sesuai prakiraan BMKG yang menunjukkan minimnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan—Pemko Padang menyiapkan langkah lanjutan. Upaya tersebut mencakup pemanfaatan pompa berkapasitas 250–300 liter per detik di Irigasi Gunung Nago, pemasangan jalur pipa permanen untuk efisiensi operasional, hingga opsi membuka jalur suplai dari kawasan Lambung Bukit ke hidran umum.

Apabila kondisi darurat tidak kunjung membaik, pemerintah kota juga membuka kemungkinan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Pemerintah Kota Padang menargetkan kondisi darurat air bersih di empat kecamatan terdampak dapat berangsur pulih sebelum memasuki bulan Ramadan, sehingga aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali berjalan lebih stabil.

Reporter: Redaksi
Back to top