Gunung Marapi Meletus, Sumatera Barat Dilanda Abu Vulkanik

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 12 April 2026 | 13:50:06 WIB
Kolom abu vulkanik setinggi 500 meter menyembur dari Gunung Marapi, Sumatera Barat.

Gunung Marapi, salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat, kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 500 meter ke arah tenggara. Letusan ini terjadi pada pukul 08.02 WIB, seperti dilaporkan oleh Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi.

Menurut petugas PGA Gunung Marapi, Teguh Firmansyah, kolom abu vulkanik yang dihasilkan berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Letusan ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter dan berdurasi 29 detik. Saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Masyarakat dilarang beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek). Selain itu, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu, guna menghindari gangguan saluran pernapasan. PVMBG juga meminta semua pihak untuk tetap menjaga suasana yang kondusif dan tidak menyebarkan narasi bohong.

Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Ketinggiannya mencapai 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL). Letusan Gunung Marapi ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian letusan yang telah terjadi beberapa waktu belakangan.

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi harus tetap waspada dan mengikuti rekomendasi dari PVMBG untuk menjaga keselamatan. Pemerintah dan tim tanggap bencana juga harus siap untuk menghadapi kemungkinan bencana yang lebih besar.

Dengan demikian, masyarakat Sumatera Barat harus tetap siaga dan mengikuti informasi terbaru tentang aktivitas Gunung Marapi. Dengan kesadaran dan kesiapan, kita dapat mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan bersama.

Reporter: Redaksi
Back to top