Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Bersih Tergerus Depresiasi

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:04:01 WIB
Telkom catat pendapatan Rp37,2 triliun pada kuartal I 2026 dengan EBITDA Rp18 triliun.

SUMATERA BARAT — Telkom mengawali 2026 dengan catatan kinerja yang solid di tengah tekanan makroekonomi global. Dalam laporan keuangan kuartal pertama, EBITDA perusahaan mencapai Rp18 triliun dengan margin 48,3 persen. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi—yang tidak memperhitungkan dampak non-cash—berada di angka Rp5,1 triliun, dengan margin 13,8 persen.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, "Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya." Ia menyebut capaian kuartal pertama menjadi motivasi bagi seluruh TelkomGroup untuk terus melakukan perbaikan bertahap.

Bisnis Digital Dorong Pertumbuhan Segmen B2C

Di segmen konsumen (B2C) yang mencakup mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasi Rp27,6 triliun atau naik 1,3 persen year-on-year. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bisnis digital serta kenaikan payload data sebesar 2,3 persen.

Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendorong rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) menjadi Rp45.100, naik 6,4 persen dibanding tahun lalu. "Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat," ujar Dian. Telkomsel berencana terus meningkatkan produktivitas pelanggan melalui inovasi layanan digital lifestyle.

Efisiensi Operasional Jaga Arus Kas Tetap Kuat

Di tengah tekanan laba bersih yang bersifat sementara, Telkom berhasil menjaga arus kas operasional tetap tumbuh. Implementasi program efisiensi TOTEX—gabungan belanja modal dan operasional—serta disiplin penagihan menjadi pendorong utama. Manajemen menegaskan bahwa kontraksi laba bersih lebih banyak dipengaruhi faktor non-cash dari percepatan depresiasi, bukan penurunan kinerja bisnis inti.

Perusahaan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan di segmen B2B infrastruktur seiring percepatan transformasi. Dengan fundamental operasional yang solid, Telkom menargetkan penciptaan nilai optimal bagi pemegang saham, pelanggan, dan negara sepanjang tahun 2026.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: tekno.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top