Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperluas jejaring global dengan menjajaki kerja sama internasional bersama Lingnan Artisan Polytechnic, Tiongkok. Penjajakan tersebut dilakukan melalui diskusi resmi yang digelar di Ruang Senat UNP, Kampus Air Tawar, pada Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNP dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya di bidang pendidikan vokasi, riset, serta mobilitas mahasiswa.
Diskusi dihadiri oleh delegasi pendidikan dari Provinsi Guangdong, Tiongkok, yang dipimpin Professional Chief Inspector of the Department of Education, Guangdong Province, Xu Shimin, serta President of Guangdong Education Association for International Exchange, Zhou Pengfei. Rektor UNP Krismadinata, Ph.D menyambut langsung kunjungan tersebut.
UNP Perkuat Kolaborasi Global
Dalam sambutannya, Rektor UNP menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu fokus strategis universitas dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.
“UNP berdiri sejak tahun 1954 dan hingga kini terus mengembangkan kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Krismadinata.
Ia menambahkan, UNP secara aktif mendorong pertukaran mahasiswa, magang internasional, serta kerja sama lintas negara yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
Saat ini, UNP memiliki lebih dari 1.400 dosen, dengan ratusan di antaranya bergelar doktor dan profesor. Berbagai program internasional juga telah dijalankan, mulai dari pembelajaran Bahasa Mandarin, pengiriman mahasiswa ke luar negeri, hingga pengembangan Confucius Institute dan Pusat Studi Tiongkok.
Lingnan Artisan Polytechnic Tawarkan Kerja Sama Riset dan Pertukaran Mahasiswa
Sementara itu, Xu Shimin memperkenalkan Guangdong Polytechnic of Science and Trade (GPST) sebagai salah satu politeknik besar di Provinsi Guangdong yang memiliki tiga kampus dengan jumlah mahasiswa sekitar 26 ribu orang.
Menurutnya, GPST memiliki 55 program studi dengan keunggulan di bidang Animal Science, Tourism and Hospitality, E-Commerce, Software Technology, serta Intelligent Manufacturing.
Xu Shimin menyatakan ketertarikan pihaknya untuk menjalin kerja sama dengan UNP, terutama dalam pengembangan riset bersama dan mobilitas mahasiswa internasional.
“Kami berharap dapat memulai kerja sama riset yang didukung pendanaan pemerintah, khususnya di bidang pertanian cerdas, manufaktur cerdas, dan robot industri, bersama universitas mitra seperti UNP,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya program pertukaran mahasiswa dan kampus musim panas sebagai sarana memperkaya pengalaman akademik dan budaya.
“Mahasiswa UNP dapat belajar langsung di Tiongkok, begitu pula mahasiswa kami yang berkesempatan melanjutkan studi di universitas Anda,” tambahnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama konkret antara UNP dan institusi pendidikan vokasi di Tiongkok dalam rangka memperkuat pendidikan bertaraf internasional.