LUBUK BASUNG — Bupati Agam Benni Warlis memastikan langkah itu merupakan solusi sementara untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di ruas jalan nasional tersebut. "Ini solusi sementara mengatasi masalah kemacetan jalan nasional menghubungkan Kota Padang menuju Bukittinggi dan kabupaten maupun kota lainnya," ujarnya di Lubuk Basung, Kamis.
Pengaturan Lalu Lintas dan Bongkar Muat Komoditas
Petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan dikerahkan di lokasi setiap hari pasar beroperasi. Tim ini ditugaskan mengatur proses bongkar muat sayuran dan komoditas lain di dalam areal pasar, sekaligus melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan Padang Lua untuk memperlancar arus kendaraan.
Pasar Strategis, Ramai, Sering Macet
Pasar Padang Lua terletak di Nagari Padang Lua, berdiri sejak 1951, dan menjelang akses masuk ke Kota Bukittinggi. Pasar ini terkenal dengan dagangan hasil bumi pertanian dan menarik kunjungan cukup ramai dari berbagai daerah. Lokasinya yang strategis di pinggir jalan lintas Barat Sumatera membuat arus lalu lintas di sekitar pasar selalu ramai, terutama pada hari-hari pasar aktif, sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.
Libatkan Wali Nagari hingga Pengurus Pasar
Sebelum mengumumkan keputusan, Pemkab Agam telah melakukan rapat khusus dengan berbagai pihak untuk membahas solusi kemacetan jalan nasional tersebut. Peserta rapat meliputi wali nagari atau kepala desa, Ketua Badan Musyawarah (Bamus), Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), pengurus Pasar Padang Lua, dan organisasi perangkat daerah setempat.
Bupati Benni Warlis menyebut ada masukan dari berbagai pihak dalam rapat tersebut. "Ada masukan dari berbagai pihak, dan mengambil langkah-langkah bersama untuk mengatasi kemacetan di daerah itu," katanya, menekankan pendekatan kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan.
Harapan Pemkab Agam dari langkah ini ialah menjadikan Pasar Padang Lua lebih tertib, aman, serta nyaman bagi masyarakat sekaligus memperlancar perjalanan pengguna jalan nasional yang melewati kawasan pasar.