PADANG — Proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Barat berlangsung bertahap sejak dini hari. Pada pukul 04.30 WIB, sistem baru mencapai 96 persen dengan defisit daya mencapai 29,5 megawatt (MW). Pemadaman masih terjadi di sejumlah kabupaten dan kota, meski cakupannya terus mengecil.
"Per pagi ini pukul 04.30 WIB, sistem menguat di 96 persen dengan minus defisit daya 29,5 MW. Masih ada sebaran pemadaman di beberapa kabupaten dan kota, tetapi semakin mengecil," ujar Ajrun kepada Langgam.id.
Beban Listrik Pagi Hari Lebih Rendah, Pemulihan Lebih Cepat
Ajrun menjelaskan, kondisi pada pagi hari umumnya lebih stabil karena permintaan listrik masyarakat turun drastis dibandingkan malam hari. Faktor ini menjadi kunci percepatan pemulihan sistem kelistrikan Sumbar.
"Alhamdulillah, pada pukul 05.10 WIB sistem kelistrikan Sumbar sudah bisa 100 persen dan sudah normal seperti biasa," kata Ajrun.
PLN Andalkan Sinkronisasi Pembangkit di Seluruh Sumatera
PLN tidak hanya mengandalkan pemulihan dari sisi permintaan. Perusahaan listrik negara itu juga berharap sejumlah pembangkit listrik di berbagai wilayah Sumatera segera sinkron. Langkah ini diperlukan untuk menutup defisit daya secara keseluruhan dan mengembalikan stabilitas sistem kelistrikan antarprovinsi.
"Semoga beberapa pembangkit di seluruh Sumatera bisa sinkron sehingga minus defisit daya secara keseluruhan dapat tercukupi. Insyaallah hari ini sistem Sumatera bisa mulai perlahan stabil," ujar Ajrun.
Penyebab Defisit Daya Belum Diungkap Detail
Hingga berita ini diturunkan, PLN belum merinci penyebab defisit daya 29,5 MW yang memicu pemadaman di sejumlah titik. Namun, pernyataan resmi dari General Manager PLN UID Sumbar memastikan bahwa kondisi kini telah kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir di wilayah Sumatera Barat.