Pencarian

Sumbar Peringkat Keempat Nasional Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, 274 Gerai Siap Beroperasi

Minggu, 07 Juni 2026 • 11:05:01 WIB
Sumbar Peringkat Keempat Nasional Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, 274 Gerai Siap Beroperasi
Sumatera Barat raih peringkat keempat nasional dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berhasil menempati posisi keempat secara nasional dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Capaian ini diumumkan bertepatan dengan agenda pelepasan Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Sabtu (6/6/2026).

Selain peringkat keempat, Sumbar juga mencatatkan diri sebagai provinsi dengan kecepatan tertinggi kedua di Indonesia dalam menuntaskan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi. Posisi ini berada tepat di bawah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

274 Gerai Koperasi Siap Beroperasi dalam Waktu Dekat

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, memaparkan bahwa total 274 gerai KDMP sudah siap beroperasi. "Dengan total 274 gerai yang siap jalan dalam waktu dekat, ini membuktikan bahwa target dari pemerintah pusat berhasil kita penuhi dengan baik," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Pemerintah pusat mengerahkan 40 PMO dan 125 Business Assistant untuk mengawal program ini di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Masa tugas mereka berlangsung sejak akhir tahun lalu hingga 31 Mei 2026.

Gubernur: Sinergi Kunci Percepatan Program

"Alhamdulillah, Sumbar masuk jajaran empat besar terbaik nasional untuk pembentukan Koperasi Merah Putih, dan menjadi yang tercepat kedua dalam penuntasan RAT. Terima kasih atas kerja keras PMO, Business Assistant, Dinas Koperasi tingkat kabupaten/kota, serta seluruh elemen yang terlibat," kata Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya.

Menurut Mahyeldi, pencapaian ini menegaskan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan mampu mengakselerasi program pusat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Ia mengingatkan agar langkah ini tidak berhenti pada urusan legalitas semata. "Pengawalan secara berkala wajib dilakukan agar koperasi bisa tumbuh menjadi pilar ekonomi yang sehat dan profesional," imbuhnya.

Gubernur juga menyebut bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari rekam jejak Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, yang dinilai sarat pengalaman dalam mengelola ekosistem koperasi di wilayah Agam dan Kota Padang.

Penghargaan untuk Pendamping Lapangan Terbaik

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyerahkan penghargaan kepada jajaran PMO dan Business Assistant dengan kinerja terbaik. Kategori PMO Terbaik Tingkat Provinsi diraih Riko Andrian Putra, M.Kom dan Mariska Saleha Rahman. Sementara itu, PMO Terbaik Tingkat Kabupaten diberikan kepada Rahmat Fauzan dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Untuk kategori Business Assistant Terbaik Tingkat Kabupaten, penghargaan diterima Sofyandi dari Kabupaten Solok. Sedangkan Business Assistant Terbaik Tingkat Kota diraih Ika Akselia dari Kota Padang.

Pencapaian ini melanjutkan tren positif Sumbar. Sebelumnya pada tahun 2025, provinsi ini juga menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi berkat kecepatan pembentukan koperasi. Dalam hal kecepatan pelaksanaan RAT, Endrizal menegaskan Sumbar bersanding ketat dengan DKI Jakarta di posisi teratas. "Seluruh capaian ini merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi total di lapangan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: fajarsumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks