PADANG — Penanaman seribu bibit pohon itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Gubernur Mahyeldi, yang turun langsung ke lokasi pada Jumat (pekan lalu), menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda. "Bencana yang terjadi menjadi peringatan bahwa menjaga lingkungan jauh lebih baik dibandingkan menanggung biaya pemulihan akibat kerusakan yang terjadi," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Sedimentasi Sungai Batang Kuranji Jadi Ancaman Baru
Selain penanaman pohon, Gubernur Mahyeldi menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan parah. Material lumpur dan kayu sisa banjir bandang mengendap di dasar sungai, mengurangi kapasitas tampung air secara drastis. "Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar," kata eks Wali Kota Padang tersebut.
Pengerukan sedimentasi di dasar sungai, menurut dia, harus segera dilakukan untuk mencegah bencana susulan. Langkah ini dinilai krusial mengingat Batang Kuranji merupakan salah satu sungai besar yang melintasi pusat Kota Padang.
Revitalisasi Sempadan Sungai Libatkan 250 Peserta
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi menjelaskan, penanaman 1.000 bibit pohon merupakan bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji. Kawasan itu sempat terendam banjir dan menyebabkan ratusan pohon mati. Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 peserta dari organisasi perangkat daerah provinsi, kabupaten dan kota, BUMN, komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
"Pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar," tegas Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya.
Harapan Kolaborasi Jangka Panjang untuk Green Forest City
Ketua Pokdarwis Kota Padang Renaldo Saputra Leo berharap kegiatan ini menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang. Pihaknya ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat. "Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat," harap dia.
Gubernur Mahyeldi menambahkan, ke depan pemulihan lingkungan harus dilakukan bersama termasuk melibatkan generasi muda. "Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri," katanya.