PESISIR SELATAN — Empat nagari di pesisir barat Sumatera ini akan menggelar transformasi kawasan nelayan dalam dua tahun ke depan. KKP memutuskan menambah jatah Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 dari tiga menjadi lima lokasi setelah melalui sesi desk usulan di Rakornas Akselerasi Program Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan.
Lima nagari yang masuk sasaran program tersebut adalah Nagari Sungai Pinang, Nagari Ampang Pulai, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Nagari Pulau Rajo Inderapura, dan Nagari Air Haji Barat. Dua nama terakhir merupakan lokasi tambahan yang baru disetujui.
Dampak Langsung ke Nelayan: Infrastruktur hingga Ekonomi Lokal
Program ini tidak sekadar membangun fasilitas penangkapan ikan. Pemerintah pusat mendesain KNMP sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Cakupannya meliputi penyediaan infrastruktur perikanan, penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan ekonomi lokal yang terintegrasi.
Menteri Kelautan dan Perikanan memproyeksikan transformasi kampung nelayan modern ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir hingga 5,4–16,2 persen. Konsep ekonomi biru yang diusung juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bupati: Tambahan Kuota Jadi Momentum Besar
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyambut positif keputusan ini. Ia menyebut tambahan kuota tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
"Pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir," kata Hendrajoni dalam pernyataan resmi yang diterima media.
Posisi Pesisir Selatan di Peta Nasional
Dengan tambahan lima titik, Pesisir Selatan diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang mendapat manfaat lebih besar dari program strategis nasional ini. Daerah ini dinilai memiliki potensi perikanan yang kuat dan siap bersaing di tingkat Sumatera Barat.
Secara nasional, KKP menargetkan KNMP menjadi program prioritas yang tidak hanya meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya ekonomi berbasis pesisir. Bagi Pesisir Selatan, langkah ini diyakini akan memperkuat daya saing sektor perikanan di tengah persaingan regional.