SUMATERA BARAT — Mazda tidak hanya akan mengandalkan MX-30 sebagai satu-satunya mobil listrik di Indonesia. Pabrikan asal Jepang ini dilaporkan sedang bersiap meluncurkan model BEV keduanya, yaitu sedan Mazda EZ-6, yang rencananya akan diperkenalkan di ajang GIIAS 2026.
Keputusan ini diambil setelah penjualan MX-30 di Indonesia tercatat sangat rendah, kurang dari 10 unit sepanjang tahun lalu. Alih-alih mundur, Mazda justru memperluas lini kendaraan listriknya dengan membawa model yang sudah lebih dulu dijual di China.
Bukan SUV, Mazda Bawa Sedan Listrik ke Pasar Indonesia
Langkah Mazda membawa EZ-6 tergolong berani. Selama ini pabrikan identik dengan model SUV seperti CX-5 atau CX-60. Namun untuk segmen BEV, mereka memilih sedan yang dinilai lebih elegan dengan desain khas Mazda, mulai dari fascia, pelek, hingga interior yang mewah.
Di Indonesia, segmen sedan listrik sebenarnya sudah diramaikan oleh Volvo, Lexus, Mercedes-Benz, dan BMW. Mazda ingin menyaingi para kompetitornya itu dengan EZ-6, meski peminat sedan di Tanah Air tidak sebanyak SUV. Namun pasar sedan mewah dinilai masih cukup menjanjikan.
EZ-6 dan EZ-60: Dua Model Listrik yang Tak Saling Bentrok
Menariknya, EZ-6 sebenarnya memiliki versi SUV bernama EZ-60 yang juga dijual di China. Banyak pihak mengira model SUV ini yang akan dibawa ke Indonesia, apalagi namanya mirip dengan CX-60 yang sudah dijual di sini. Namun Mazda memilih versi sedan terlebih dahulu.
Jika nantinya EZ-60 ikut dijual, keduanya tidak akan saling bentrok. EZ-60 adalah SUV listrik murni, sementara CX-60 menggunakan mesin mild hybrid (MHEV). Perbedaan jenis mesin ini membuat keduanya menyasar pasar yang berbeda.
Target Penjualan dan Persaingan Harga
Mazda belum mengumumkan harga resmi EZ-6 untuk Indonesia. Namun agar bisa bersaing dengan Lexus, Mercedes-Benz, BMW, dan Volvo, banderolnya harus kompetitif. Melihat permintaan di segmen sedan mewah, EZ-6 diprediksi bisa menjual lebih dari 10 unit, setidaknya jika harganya tidak kalah dari para rival.
Peluncuran di GIIAS 2026 menjadi momen krusial bagi Mazda untuk membuktikan bahwa mereka serius di pasar mobil listrik Indonesia, setelah kegagalan MX-30 di tahun sebelumnya.