PADANG PANJANG — Rencana itu mengemuka dalam audiensi Wali Kota Hendri Arnis bersama warga Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, Senin malam. Tanah erfpacht di RT 6 Sungai Andok dinilai memiliki prospek besar untuk perkebunan kopi.
Target: Lahirkan Kopi Khas Padang Panjang
"Kalau potensi kopi ini kita kelola dengan baik, saya yakin ke depan akan lahir kopi khas Padang Panjang yang bisa menjadi kebanggaan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Hendri dalam keterangan yang diterima Antara.
Untuk merealisasikan target itu, Hendri meminta lurah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mendata pemanfaatan tanah erfpacht. Data itu mencakup fungsi lahan untuk perkebunan, pertanian, permukiman, maupun kebutuhan lainnya.
Data Akurat Jadi Syarat Program Tepat Sasaran
Menurut Hendri, pendataan yang lengkap menjadi dasar penyusunan program pembangunan agar lahan bisa dimanfaatkan secara optimal. "Data yang lengkap sangat penting agar pemerintah dapat menyusun program yang tepat," ujarnya.
Tanah erfpacht sendiri merupakan lahan dengan hak guna usaha yang pengelolaannya perlu diperbarui agar produktif. Kawasan Sungai Andok selama ini belum tergarap maksimal untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Warga Minta Solusi Sampah dan Alsintan
Dalam audiensi yang sama, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Persoalan utama adalah tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap di sekitar kawasan. Mereka meminta pemerintah menyediakan lokasi pembuangan alternatif.
Warga juga menyoroti keamanan bak penampungan tinja yang dinilai membahayakan anak-anak yang kerap bermain di lokasi. Selain itu, petani setempat membutuhkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas.
Pemkot Siapkan Pagar Bak Tinja dan Tinjau Lokasi Sampah
Menanggapi hal itu, Hendri meminta OPD terkait segera meninjau lokasi untuk menentukan solusi penanganan sampah. Pemagaran bak penampungan tinja dijanjikan direalisasikan tahun ini.
"Kami sudah menugaskan dinas terkait untuk segera meninjau lokasi guna menentukan tempat pembuangan sampah alternatif. Sementara bak penampungan tinja akan dipagari agar lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat, terutama anak-anak," kata Hendri.
Untuk kebutuhan alsintan, kata dia, akan dikaji dan disesuaikan dengan program pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Forkopimda hingga BPN Hadir dalam Audiensi
Audiensi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, Penjabat Sekretaris Daerah Kuartini Deti Putri, kepala OPD, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), camat, lurah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.