BUKITTINGGI — Pemerintah Kabupaten Agam bersama PT Hutama Karya (Persero) terus mematangkan perencanaan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Sicincin–Bukittinggi. Dalam rapat khusus di Kantor Camat Sungai Pua, Rabu (15/1), Bupati Agam Benni Warlis memaparkan usulan trase baru yang dinilai memiliki risiko lebih rendah terhadap pemukiman dan fasilitas umum.
"Ini merupakan tindak lanjut rapat di Kejati Sumbar. Kita menyampaikan rencana pemindahan trase yang lebih pendek, dari Pasar Amor ke Simpang Taluak menuju Bypass. Panjangnya sekitar enam kilometer," ujar Benni.
Dampak Sosial Lebih Kecil Dibanding Trase Lama
Pemkab Agam mengklaim jalur alternatif ini jauh lebih minim dampak dibandingkan rencana sebelumnya. Pada trase awal yang melewati Kubang Putiah, sebanyak 80 unit rumah, sebuah masjid, serta sejumlah bangunan dan lahan warga terdampak.
"Sekarang kita mencoba mencari alternatif yang dampaknya lebih kecil, meski tetap ada lahan yang terdampak," jelas Benni.
Proses Sosialisasi Dimulai dari Wali Nagari dan Niniak Mamak
Rapat yang melibatkan camat, wali nagari se-Kecamatan Sungai Pua, Kejaksaan Negeri Agam, dan perwakilan Pemprov Sumbar itu digelar untuk menyamakan persepsi sebelum usulan disampaikan ke niniak mamak serta masyarakat luas. Tahapan sosialisasi dan konsultasi publik menjadi penentu diterima atau tidaknya trase baru ini.
"Kalau dalam konsultasi publik masyarakat menolak, tentu akan kembali dibahas lagi. Karena itu sekarang kita libatkan pemerintah provinsi sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih efektif," kata Benni.
Hutama Karya: Dinamika Lapangan Sangat Wajar Terjadi
Plt Vice President Engineering PT Hutama Karya, Halim Wiranata, menanggapi perubahan rencana awal yang semula melewati Kubang Putiah. Menurutnya, dinamika di lapangan merupakan hal yang wajar dalam proyek infrastruktur sebesar ini.
"Kami melihat dinamika di lapangan itu sangat wajar, itu sangat mungkin terjadi. Kami berusaha memastikan jika memang terdapat potensi-potensi nanti adanya jalan tol ini belum bisa terbangun, maka kami meminta support," kata Halim.
Saat ini, proses perencanaan teknis dan penyusunan dokumen pengadaan tanah masih berjalan. Pemerintah menargetkan penetapan lokasi dapat segera dilakukan setelah seluruh tahapan sosialisasi rampung.
Bupati Agam berharap dukungan semua pemangku kepentingan bisa mempercepat realisasi proyek yang dinilai strategis membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di kawasan Agam dan Bukittinggi.