Pencarian

Harga Solar Shell di Sumbar Naik Jadi Rp21.910 per Liter per 1 Agustus, Pertamina Tak Ikut Ubah

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 15:45:31 WIB
Harga Solar Shell di Sumbar Naik Jadi Rp21.910 per Liter per 1 Agustus, Pertamina Tak Ikut Ubah
Harga solar Shell di Sumatera Barat tercatat naik menjadi Rp21.910 per liter mulai 1 Agustus 2026.

PADANG — Konsumen bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Sumatera Barat (Sumbar) harus bersiap dengan harga baru di SPBU Shell. Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Shell Indonesia yang diakses dari Jakarta, Sabtu, harga Shell V-Power Diesel naik dari Rp21.340 per liter pada Juli menjadi Rp21.910 per liter terhitung mulai 1 Agustus 2026.

Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak harga minyak dunia yang masih bergejolak akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Namun, perlu dicatat, SPBU Shell memang hanya beroperasi di sejumlah wilayah besar seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Artinya, pengumuman ini belum berdampak langsung pada SPBU Shell di Sumbar karena belum ada jaringan di provinsi tersebut.

Fluktuasi Harga Solar Shell Sepanjang 2026

Harga solar di SPBU Shell sepanjang tahun ini tercatat sangat fluktuatif. Pada 1 Maret 2026, harga masih berada di level Rp14.620 per liter, lalu melonjak tajam ke Rp30.890 per liter pada Mei. Memasuki Juni, harga turun ke Rp24.490 per liter, dan kembali turun ke Rp21.340 per liter pada 1 Juli 2026 sebelum akhirnya naik tipis menjadi Rp21.910 per liter pada bulan ini.

Adapun untuk BBM jenis Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ hingga saat ini belum tersedia sejak awal tahun 2026.

Harga Solar Pertamina di Sumbar Stabil

Berbeda dengan Shell, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM nonsubsidi jenis solar. Di wilayah Jabodetabek yang menjadi acuan harga nasional, Dexlite (CN 51) masih bertahan di level Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) stabil di angka Rp21.150 per liter. Kebijakan harga yang sama berlaku pula untuk wilayah Sumatera Barat.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi pelaku industri dan transportasi di Sumbar yang selama ini mengandalkan solar nonsubsidi untuk operasional kendaraan berat dan alat-alat industri. Stabilitas harga Dexlite dan Pertamina Dex diharapkan menjaga biaya logistik tetap terkendali.

Harga Pertamax Series Justru Turun

Di sisi lain, Pertamina justru menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis bensin. Harga Pertamax turun dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026 menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Penurunan serupa juga terjadi pada Pertamax Green dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.

Sementara itu, harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Kebijakan ini memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan inflasi.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks