Pencarian

Pertamina Naikkan Harga BBM per 2 September, Pertamax Dex Tembus Rp25.200

Rabu, 02 September 2026 • 07:08:31 WIB
Pertamina Naikkan Harga BBM per 2 September, Pertamax Dex Tembus Rp25.200
Petugas memeriksa mesin dispenser bahan bakar minyak di SPBU menyusul penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina Patra Niaga per 1 September 2026.

SUMATERA BARAT — Pemilik kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga empat produk BBM non-subsidi mulai Selasa (1/9/2026), dan harga tersebut berlaku juga untuk pembelian pada 2 September. Kenaikan berkisar ratusan ribu hingga lebih dari empat ribu rupiah per liter, tergantung jenis produk dan wilayah penjualan.

Pertamax Green 95 Melonjak Hampir 15 Persen

Kenaikan paling mencolok secara persentase dialami Pertamax Green 95. Produk bensin dengan RON 95 ini naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter—melonjak 15,4 persen dalam sekali penyesuaian. Bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar ramah lingkungan ini, tambahan biaya per liter mencapai Rp2.550.

Sementara itu, Pertamax Turbo dengan RON 98 naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600. Kenaikan Rp1.300 ini membuat harga jualnya kini mendekati angka Rp20 ribu.

Dexlite dan Pertamina Dex Naik Tajam

Untuk segmen diesel, Dexlite yang sebelumnya dipatok Rp19.700 kini menjadi Rp23.700 per liter—tambahan Rp4.000. Kenaikan ini berbarengan dengan Pertamina Dex yang melompat dari Rp21.150 menjadi Rp25.200, naik Rp4.050 per liter.

Artinya, dalam satu kali pengisian tangki mobil diesel berkapasitas 60 liter, pemilik kendaraan harus mengeluarkan tambahan hingga Rp240 ribu untuk Dexlite dan Rp243 ribu untuk Pertamina Dex, dibandingkan harga sebelumnya.

Pertamina: Hanya Sebagian Produk yang Disesuaikan

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga tidak berlaku untuk semua produk non-subsidi. "Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Namun pernyataan tersebut menyebut Pertamax Green 95 tidak disesuaikan, padahal dalam daftar harga terbaru produk itu naik. Perbedaan ini kemungkinan karena penyesuaian dilakukan dalam dua gelombang atau ada pembaruan setelah pernyataan resmi dikeluarkan.

Apa yang Tidak Berubah?

Produk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih dipatok harga lama. Pertamax dengan RON 92 juga tidak disebut mengalami kenaikan dalam penyesuaian ini. Artinya, beban kenaikan hanya dirasakan konsumen yang memakai BBM non-subsidi beroktan tinggi atau berjenis diesel premium.

Pertamina menegaskan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tiga faktor utama: keekonomian, daya beli masyarakat, dan kondisi sosial. Dengan tren harga minyak dunia yang masih fluktuatif, penyesuaian harga BBM non-subsidi menjadi mekanisme rutin yang berjalan mengikuti pasar.

Konsumen yang ingin memastikan harga di wilayahnya bisa mengecek melalui aplikasi MyPertamina atau menghubungi call center resmi, karena besaran tarif dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lain.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks