PADANG — Keputusan ini dihasilkan dalam musyawarah bersama instansi terkait di Kota Padang pada Selasa (4/8/2026). Kenaikan harga TBS ini dipastikan memberikan angin segar bagi ribuan pekebun sawit yang menggantungkan hidupnya pada komoditas perkebunan andalan Sumbar tersebut.
Rincian Lengkap Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman
Dalam berita acara resmi yang diterbitkan instansi terkait, harga TBS dibedakan berdasarkan kelompok umur tanaman. Berikut rincian patokan harga yang menjadi pedoman transaksi di tingkat petani:
- Tanaman usia 3 tahun: Rp3.166,29/kg
- Tanaman usia 4 tahun: Rp3.348,70/kg
- Tanaman usia 5 tahun: Rp3.549,05/kg
- Tanaman usia 6 tahun: Rp3.664,63/kg
- Tanaman usia 7 tahun: Rp3.810,25/kg
- Tanaman usia 8 tahun: Rp3.952,60/kg
- Tanaman usia 9 tahun: Rp4.032,71/kg
Untuk kelompok tanaman tua, tarif yang disepakati sedikit lebih rendah seiring menurunnya produktivitas. Tanaman berumur 21 tahun dihargai Rp3.885,57/kg, usia 22 tahun Rp3.879,45/kg, dan usia 23 tahun Rp3.821,17/kg. Sementara itu, tanaman berumur 24 tahun dipatok Rp3.643,97/kg dan usia 25 tahun berada di level Rp3.605,02/kg.
Harga CPO dan Inti Sawit Ikut Menguat
Selain menetapkan harga komoditas segar, tim perumus juga menentukan standar nilai jual untuk produk olahan dan sampingan. Crude Palm Oil (CPO) dipatok sebesar Rp15.578,31 per kilogram, sementara inti sawit (kernel) berada di level Rp14.833,61 per kilogram.
Adapun untuk cangkang, nilai jualnya ditetapkan Rp17,84 per kilogram dengan penetapan Indeks K sebesar 93,75 persen. Angka ini menjadi acuan utama bagi pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di kawasan Sumatera Barat.
Pedoman Transaksi untuk Seluruh Wilayah Sumbar
Besaran tarif yang telah disepakati ini menjadi pedoman resmi transaksi pembelian TBS dari kebun kemitraan maupun koperatif yang beroperasi di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Ketetapan ini berlaku selama jadwal penetapan yang telah ditentukan, yakni pada pekan pertama Agustus 2026.
Kenaikan harga ini melanjutkan tren positif harga sawit nasional yang beberapa pekan terakhir terus menunjukkan penguatan. Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian masyarakat di daerah sentra produksi sawit seperti Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung.