Pencarian

Menteri PU: Air Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Normalisasi Sungai di Lamongan Terus Digencarkan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 20:40:02 WIB
Menteri PU: Air Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Normalisasi Sungai di Lamongan Terus Digencarkan
Menteri PU: Air Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Normalisasi Sungai di Lamongan Terus Digencarkan

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya respons cepat dalam penanganan kekeringan di areal persawahan. “Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.

Pernyataan tersebut menyusul langkah Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang telah menuntaskan normalisasi sungai dan pembuatan alur air sepanjang 1.670 meter di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (23/8). Kecepatan penanganan menjadi prioritas, mengingat dampak kekeringan telah meluas di wilayah tersebut.

Dalam operasi ini, Kementerian PU mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi untuk mempercepat distribusi air. Selain itu, pompa-pompa tambahan disiapkan guna meningkatkan debit air dan memperlancar suplai ke jaringan irigasi yang melayani areal persawahan di Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun.

Normalisasi difokuskan pada beberapa titik strategis, yaitu Sungai Deket atau anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur sungai ini bertujuan memperlancar aliran dari Sungai Blawi sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemompaan menuju jaringan irigasi. Sebanyak 3 unit excavator amphibi dikerahkan untuk normalisasi aliran Sungai Deket, yang beroperasi bersamaan dengan 1 unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, secara kumulatif pembuatan alur air dan normalisasi sungai telah mencapai sekitar 1.670 meter.

Untuk mendukung peningkatan debit air, Kementerian PU juga memobilisasi 2 unit mobile pump ke Pintu Melik II, plus 3 unit pompa Alkon berukuran 6 inci dan 3 unit lagi berukuran 3 inci. Sumber air diambil dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo, yang kemudian dialirkan ke jaringan irigasi.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, menyebut progres penanganan sudah cukup signifikan. “Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, hingga saat ini sekitar 426,80 hektare telah berhasil terairi. Saat ini, masih terdapat sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Senin (24/8) pelaksanaan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan kembali,” jelas Gatut.

Gatut menambahkan, Kementerian PU akan terus melanjutkan upaya ini dengan memastikan lahan persawahan tetap teraliri. Dengan begitu, diharapkan produktivitas pertanian tidak berkurang sehingga dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan. Ke depan, normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi akan berlanjut, termasuk pembuatan alur sungai sesuai permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dengan panjang sekitar 4 km.

Melalui langkah tersebut, Kementerian PU berkomitmen memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal di tengah kondisi kekeringan, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan irigasi dan ketahanan pangan nasional.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks