Pemkot Padang secara mendadak menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa tingkat TK hingga SMP pada Rabu (16/9/2026) pagi. Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara memburuk dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 900 akibat kabut asap. Siswa pun dipulangkan lebih awal dan diminta mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing.
PADANG — Pemkot Padang kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa tingkat TK hingga SMP. Kebijakan berlaku mendadak pada Rabu (16/9/2026) pagi, seiring memburuknya kualitas udara di kota itu.
Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Padang tercatat di angka 900 akibat kabut asap. Angka itu jauh di atas ambang batas aman bagi aktivitas luar ruang, terutama untuk anak-anak.
Mengapa PJJ Diterapkan Mendadak?
Keputusan diambil pada pagi hari, saat siswa seharusnya sudah bersiap masuk kelas. Guru-guru bergerak cepat memberitahukan informasi pemulangan kepada siswa dan orang tua.
Sejumlah siswa terlihat menunggu orang tua menjemput mereka di sekolah. Ada pula yang sempat berbincang dengan teman sebelum meninggalkan lingkungan sekolah.
ISPU 900: Apa Dampaknya bagi Warga Padang?
Angka ISPU 900 menempatkan kualitas udara Padang pada kategori berbahaya. Kabut asap menjadi pemicu utama memburuknya kondisi udara di kota tersebut.
Anak usia sekolah termasuk kelompok paling rentan terhadap paparan asap. Karena itu, pembelajaran dialihkan ke rumah untuk mengurangi risiko kesehatan.
Pemkot Padang sebelumnya sempat menerapkan PJJ, lalu kembali membuka sekolah. Kondisi udara yang memburuk memaksa kebijakan jarak jauh diberlakukan lagi.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal berapa lama PJJ akan berlaku. Warga Padang diimbau memantau perkembangan kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruang.
Orang tua diminta mendampingi anak selama belajar dari rumah. Sekolah juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau kondisi harian.