PADANG — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) menargetkan pengiriman ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil hingga tahun 2029. Target itu diwujudkan melalui program SMK Go Global yang menyasar lulusan sekolah menengah kejuruan.
Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja siap pakai yang bisa langsung bersaing di pasar kerja internasional. Kemen P2MI melihat peluang besar dari penurunan jumlah penduduk di sejumlah negara maju.
Memanfaatkan Penurunan Penduduk Negara Maju
Sejumlah negara maju mengalami penurunan jumlah penduduk usia produktif. Kondisi itu membuka kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.
Kemen P2MI menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan pekerja yang punya keterampilan sesuai kebutuhan pasar. Bukan sekadar mengirim tenaga kerja, tetapi memastikan mereka kompeten di bidangnya.
SMK Go Global Sasar Lulusan SMK
Program SMK Go Global menyasar lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai standar industri. Skema ini diharapkan memperbesar peluang mereka terserap di pasar kerja global.
Melalui program tersebut, Kemen P2MI menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai. Lulusan SMK dinilai punya bekal kejuruan yang bisa dikembangkan mengikuti kebutuhan negara tujuan.
Target Ratusan Ribu PMI Terampil hingga 2029
Kemen P2MI menargetkan pengiriman ratusan ribu PMI terampil hingga tahun 2029. Angka itu menjadi acuan dalam penyiapan tenaga kerja melalui program SMK Go Global.
Dengan target tersebut, Kemen P2MI mendorong penyiapan keterampilan sejak bangku sekolah. Lulusan SMK diharapkan menjadi bagian dari pengiriman PMI terampil dalam beberapa tahun ke depan.