Sebanyak 38 siswa dan siswi MTsN 11 Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengikuti pelatihan jurnalistik di aula sekolah pada Minggu, dengan narasumber dari pengurus PWI Agam. Pelatihan digelar karena bidang kehumasan dan publikasi menjadi divisi paling diminati di kepengurusan OSIM periode 2026-2027. Peserta diminta langsung mempraktikkan liputan dan wawancara lapangan, lalu menyusun berita dari hasil liputan itu.
LUBUKBASUNG — MTsN 11 Agam menggelar pelatihan jurnalistik bagi 38 siswa dan siswi di aula sekolah, Minggu. Kepala MTsN 11 Agam Yusniar menyebut peserta merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) terpilih periode 2026-2027. Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIM yang berlangsung 26-27 September 2026.
Menurut Yusniar, bidang kehumasan dan publikasi di OSIM peminatnya jauh lebih banyak dibanding divisi lain. Sekolah memilih mengakomodasi aspirasi itu ketimbang membiarkan siswa menunggu program serupa datang sendiri. "Dengan banyak peminat bidang kehumasan dan publikasi, maka kita megakomodir untuk mengadakan pelatihan jurnalistik dengan narasumber dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Agam," katanya.
Materi Jurnalistik: dari Kode Etik sampai Wawancara Guru
Ketua PWI Agam Mursyidi menjelaskan materi yang diberikan mencakup dasar-dasar jurnalistik dan kode etik pers pelajar. Peserta juga menerima materi teknik menulis berita serta cara melakukan wawancara.
Materi disampaikan tiga orang pengurus PWI Agam. Bagian paling menantang bagi peserta adalah praktik lapangan, karena mereka diminta mewawancarai guru mereka sendiri sebagai narasumber. "Materi disampaikan oleh tiga orang pengurus PWI Agam. Kita meminta peserta untuk melakukan wawancara guru mereka saat praktek liputan dan wawancara lapangan," ujar Mursyidi.
Hasil wawancara itu kemudian diolah menjadi berita sesuai tema yang diberikan. Berita yang selesai dibuat langsung dibahas bersama untuk menunjukkan bagian mana yang masih kurang.
Mursyidi menyebut cara belajar seperti itu sengaja dipilih agar peserta tahu kelemahannya saat itu juga, bukan setelah kegiatan selesai. "Ini sesuai moto hari ini belajar dan hari ini bisa menulis berita," katanya.
Selain Jurnalistik, Peserta Dapat Materi Public Speaking dan Team Building
LDK OSIM MTsN 11 Agam tidak hanya berisi materi jurnalistik. Yusniar menyebut peserta menerima materi team building, yakni proses dan strategi terstruktur untuk meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan antaranggota tim. "Disini mereka belajar bagaimana bekerjasama dengan kelompok dan berkomunikasi antar sesama pengurus agar setiap kegiatan mereka melakukan bekerja dengan baik," katanya.
Ada pula materi public speaking atau seni berbicara di depan khalayak umum. Materi lain mencakup dasar-dasar organisasi, wirid shalat subuh, dan kegiatan fisik.
Yusniar berharap LDK berdampak besar bagi siswa yang aktif di kepengurusan OSIM, terutama dalam hal berorganisasi dan kepemimpinan. "LDK bisa berdampak besar dalam melatih mereka untuk berorganisasi dan kepemimpinannya," katanya.
Kenapa Pelatihan Jurnalistik Digelar di Tengah LDK
Peminat divisi kehumasan dan publikasi di OSIM MTsN 11 Agam jumlahnya melebihi divisi lain. Kondisi itu membuat sekolah menempatkan pelatihan jurnalistik sebagai bagian dari agenda LDK, bukan kegiatan terpisah.
Langkah tersebut sekaligus menjawab kebutuhan pengurus OSIM yang akan menjalankan tugas publikasi selama satu periode kepengurusan ke depan. Dengan bekal dasar-dasar jurnalistik, siswa diharapkan mampu mendokumentasikan dan menyiarkan kegiatan madrasah secara mandiri.