Pencarian

Sumur GNK-115 Prabumulih Tembus 2.423 BOPD, 11 Kali Lipat Target

Senin, 05 Oktober 2026 • 15:03:31 WIB
Sumur GNK-115 Prabumulih Tembus 2.423 BOPD, 11 Kali Lipat Target
Sumur GNK-115 di Field Prabumulih mengalirkan minyak secara natural open flow dari lapisan TAF-K1.

SUMATERA BARAT — Sumur pengembangan GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, Sumatera Selatan, mencatatkan uji produksi sementara 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,95 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Capaian itu sekitar 11 kali lipat dari target awal 220 BOPD, atau melonjak nyaris 1.000 persen. Hasil ini memperkuat kontribusi wilayah kerja Prabumulih bagi produksi migas nasional.

Paragraf pembuka: PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) menorehkan hasil positif dari pengeboran sumur pengembangan GNK-115. Sumur di Field Prabumulih itu mengalirkan minyak secara natural open flow dari lapisan TAF-K1, dengan tekanan reservoir yang masih terjaga baik. Keberhasilan GNK-115 menyusul capaian serupa dari sumur GNK-114 di struktur yang sama.

Melampaui Target di Lapisan TAF-K1

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut hasil uji produksi GNK-115 jauh di atas perkiraan awal. Target yang ditetapkan hanya 220 BOPD.

"GNK-115 hasilnya 2.423 BOPD dan 1,95 MMSCFD, natural open flow. Target awalnya 220 BOPD," kata Djoko dalam keterangannya, Senin (5/10).

Menurut Djoko, angka tersebut menunjukkan potensi produksi yang menjanjikan dari lapisan target pengeboran. Produksi sumur berasal dari Layer K dengan kondisi tekanan reservoir yang masih baik.

Pengeboran 31 Hari, Lebih Cepat dari Rencana

Sumur GNK-115 mulai ditajak pada 21 Juli 2026 dengan nama lokasi pengeboran GNK-PD66. Lokasinya berada di Struktur Gunung Kemala, sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pengeboran dilakukan secara directional memakai Rig PDSI #41.3/N110-UE hingga kedalaman akhir 1.951 meter measured depth (mMD) atau 1.835,19 meter true vertical depth (mTVD). Fase pengeboran dan uji produksi sampai 5 Oktober 2026 berlangsung 31 hari, lebih singkat dua hari dari program 33 hari.

Dari sisi keselamatan kerja, operasi GNK-115 mencatatkan 57.288 safe man hours sejak tajak. Pencapaian itu diraih dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence.

Serapan Biaya 76,91 Persen dari AFE

Berdasarkan field estimate, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini mencapai US$4.975.013,26 atau sekitar 76,91 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui. Artinya, pengeboran dan uji produksi berjalan lebih hemat dari pagu anggaran.

Keberhasilan GNK-115 menambah kontribusi produksi minyak dan gas dari wilayah kerja Prabumulih. Sumur ini juga menunjukkan lapisan produktif di struktur tersebut masih bisa dikembangkan lewat pengeboran dan pengembangan sumur eksisting.

Penutup: Bagi Pertamina EP Asset 2, capaian GNK-115 menjadi modal untuk mengejar target produksi di tengah tren penurunan alamiah sumur-sumur tua. Hasil uji produksi ini masih sementara, sehingga angka finalnya akan bergantung pada uji lanjutan dan rencana pengembangan sumur berikutnya.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks