PADANG — Puluhan warga Kota Padang mengeluhkan kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Sejumlah bengkel menemukan endapan abu-abu menyerupai semen pada tangki dan saringan bahan bakar kendaraan yang masuk untuk perbaikan.
Endapan itu menyumbat aliran bahan bakar, merusak pompa bensin, dan membuat mesin kehilangan tenaga. Pemilik kendaraan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan di luar kebutuhan harian mereka.
Biaya Bengkel Rp 1 Juta hingga Rp 1,5 Juta per Kendaraan
Kerusakan yang ditimbulkan tidak ringan. Rata-rata biaya perbaikan mencapai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per unit kendaraan, termasuk penggantian fuel pump dan filter bahan bakar.
Warga yang terdampak memperlihatkan kwitansi bengkel senilai jutaan rupiah sebagai bukti pengeluaran. Komponen mobil yang rusak pun mereka simpan untuk keperluan klaim.
Ombudsman Sumbar Catat 140 Aduan Resmi
Ombudsman Sumatera Barat mencatat lebih dari 140 aduan resmi terkait kasus ini. Jumlah itu menunjukkan skala dampak yang tidak kecil bagi konsumen bahan bakar di Kota Padang.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan Pertamina harus menanggung kompensasi sesuai analisis bengkel. Ia menekankan transparansi investigasi menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap Pertamina tidak semakin menurun.
"Pertamina harus menanggung kompensasi sesuai analisis bengkel," kata Muharlion.
Ojek Online dan Pedagang Keliling Kehilangan Penghasilan
Dampak ekonomi kasus ini meluas ke luar biaya perbaikan. Sejumlah pengemudi ojek online dan pedagang keliling mengaku kehilangan penghasilan harian karena kendaraan mereka mogok.
Bagi warga yang menggantungkan hidup dari kendaraan, satu unit yang rusak berarti sumber nafkah ikut terhenti. Kerugian mereka pun bertambah di luar biaya bengkel yang sudah dikeluarkan.
Desakan Ganti Rugi dan Investigasi Transparan
DPRD Kota Padang mendorong Pertamina segera menyelesaikan persoalan ini. Tuntutan utama warga adalah ganti rugi yang dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan bengkel.
Transparansi proses investigasi disebut menjadi penentu apakah kepercayaan publik terhadap Pertamina bisa dipulihkan. Warga berharap ada kejelasan soal penyebab endapan yang merusak kendaraan mereka.