SUMATERA BARAT — PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi menguasai 72 persen saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM), perusahaan tambang batu bara di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Akuisisi dilakukan melalui anak usaha BIKE, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), sebagai bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha perseroan di sektor energi.
Paragraf pembuka: Langkah PNE mengambil alih mayoritas saham BUM menandai masuknya BIKE ke sektor pertambangan batu bara. Manajemen BIKE menyampaikan akuisisi ini melalui pengumuman resmi, Jumat (9/10/2026), tanpa merinci nilai transaksi yang disepakati kedua pihak.
Luas Area Tambang dan Cadangan Batu Bara
BUM mengantongi izin atas area tambang seluas sekitar 500 hektare di Kecamatan Tanjung Redeb. Dari luasan itu, sekitar 400 hektare sudah masuk tahap eksplorasi dengan cadangan terbukti (proven reserve) mencapai 22 juta ton batu bara.
Dengan modal cadangan sebesar itu, BIKE menargetkan produksi tahunan di kisaran 1,5 juta hingga 2,5 juta ton. Angka tersebut memberi gambaran soal skala operasi yang ingin dibangun perseroan dari tambang di Berau.
Alasan BIKE Masuk ke Sektor Batu Bara
Manajemen BIKE menyebut akuisisi ini sebagai bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha di sektor energi. Langkah tersebut menempatkan BIKE tidak lagi bertumpu pada satu lini bisnis saja.
Ekspansi ke batu bara lewat PNE menunjukkan perseroan ingin memperlebar portofolio energi, meski belum dijelaskan secara rinci bagaimana rencana integrasi tambang Berau dengan lini usaha BIKE yang lain.
Dampak ke Pasar dan Pemegang Saham
Bagi investor, penguasaan 72 persen saham BUM membuat BIKE berpotensi membukukan pendapatan tambahan dari penjualan batu bara begitu produksi berjalan sesuai target. Namun, besaran kontribusi keuangan belum bisa dihitung karena nilai akuisisi dan jadwal produksi komersial tidak diungkap dalam pengumuman.
Kabupaten Berau sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara di Kalimantan Timur, dengan sejumlah perusahaan besar beroperasi di sana. Masuknya BIKE menambah daftar pemain di wilayah yang infrastruktur tambangnya relatif mapan.
Penutup: Akuisisi ini menjadi ujian bagi BIKE dalam menjalankan diversifikasi usaha di sektor energi, sekaligus menempatkan perseroan pada lini bisnis yang harganya sangat dipengaruhi permintaan global dan kebijakan transisi energi.