SUMATERA BARAT — Tesla Roadster generasi terbaru resmi diperagakan di lokasi uji SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat, Kamis (15/10). Mobil sport listrik dua kursi ini mampu salto, berguling di udara, dan terbang singkat berkat teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX. Elon Musk menyebut kemampuannya melampaui seluruh kendaraan James Bond, dengan jadwal produksi baru pada 2028.
Peragaan tersebut memperlihatkan Roadster melaju terbalik di lintasan melengkung menggunakan sistem kipas isap berdaya 2G. Mobil ini juga berguling di udara dengan bantuan pendorong gas dingin, lalu melompati jajaran kendaraan Tesla Semi setinggi 4,1 meter. Kemampuan terbang singkat itu diklaim berasal dari teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX.
Klaim Musk Sudah Disampaikan Sejak November 2025
Elon Musk lebih dulu memamerkan inovasi ini dalam podcast Joe Rogan Experience episode #2404 yang tayang 1 November 2025. Saat itu ia menyebut Roadster mendobrak standar desain dan teknologi kendaraan masa kini.
"Mobil ini memiliki teknologi yang gila. Bahkan, apakah ini bisa disebut mobil? Saya tidak yakin. Namun, kendaraan ini tampil seperti mobil. Singkatnya, ini lebih gila dari apa pun yang dimiliki James Bond. Jika Anda menggabungkan seluruh mobil James Bond, kendaraan ini tetap lebih gila dari itu," ujar Musk dalam podcast tersebut.
Pernyataan itu kembali ia tegaskan setelah peragaan di Texas. Kepada InsideEVs, Musk menyebut Roadster tetap dirancang sebagai mobil sungguhan yang legal dipakai di jalan raya, meski bergantung pada yurisdiksi dan aturan jalan masing-masing wilayah.
"Anda tahu, saya belum tentu yakin ini legal di semua yurisdiksi. Tapi akan ada mobil seperti itu yang bisa dimiliki seseorang," kata Musk.
Tiga Varian Roadster Sudah Dibuka untuk Pemesanan
Tesla kini menerima pemesanan untuk tiga varian Roadster. Masing-masing punya tingkat kemampuan berbeda, dari performa standar hingga sistem terbang penuh.
- Performance — varian dasar dengan kemampuan akselerasi tinggi
- Thrust — dilengkapi pendorong akselerasi tambahan
- Rocket — dilengkapi sistem terbang penuh
Desain ulang dari prototipe 2017 ini dijadwalkan masuk tahap produksi pada 2028. Artinya, konsumen masih harus menunggu sekitar dua tahun sebelum unit produksi massal tersedia.
Teknologi SpaceX Jadi Pembeda dari Roadster Sebelumnya
Roadster generasi pertama yang diperkenalkan pada 2017 tidak memiliki kemampuan terbang. Versi terbaru ini mengandalkan sistem kipas isap berdaya 2G yang memungkinkan mobil menempel di permukaan melengkung, plus pendorong gas dingin untuk manuver di udara.
Kombinasi teknologi SpaceX dan Tesla inilah yang membuat Musk berani menyebutnya melampaui kendaraan fiksi James Bond. Klaim tersebut belum bisa diverifikasi secara independen karena peragaan baru dilakukan di lokasi uji tertutup SpaceX di McGregor, Texas.
Belum ada informasi resmi soal harga ketiga varian Roadster untuk pasar global, termasuk Indonesia. Tesla juga belum mengumumkan apakah model ini akan dipasarkan di luar Amerika Serikat mengingat status legalitasnya yang masih bergantung pada regulasi tiap negara.