LIMAPULUH KOTA — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Padang, Abdul Malik, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pencarian korban masih berlangsung hingga Jumat pagi. Pada pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan sudah turun ke lokasi dengan membagi personel ke dalam dua search and rescue unit (SRU).
Operasi hari kedua memusatkan penyisiran di sekitar titik kejadian atau last known position (LKP), yang berada pada koordinat 0°03'49.4" Lintang Selatan dan 100°39'35.9" Bujur Timur. Luas area pencarian yang dilaporkan mencapai sekitar 570 meter.
Dua Sektor Pencarian Dibagi ke SRU 1 dan SRU 2
Tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi dua sektor, yakni sektor A dan sektor B. Masing-masing sektor disisir oleh SRU 1 dan SRU 2 sebagai dasar pelaksanaan penyisiran di kawasan air terjun tersebut.
"Pembagian sektor tersebut menjadi dasar pelaksanaan penyisiran oleh kedua tim dalam upaya menemukan korban," ujar Abdul Malik.
119 Personel Gabungan Dikerahkan Sejak Hari Pertama
Operasi pencarian melibatkan 119 personel gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Limapuluh Kota, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), perangkat nagari, serta masyarakat setempat.
Korban diketahui tergelincir dan terbawa arus saat mandi-mandi di kawasan Air Terjun Robo. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/10/2026) sore dan langsung dilaporkan ke pihak berwenang.
Pencarian Difokuskan di Titik Korban Terakhir Terlihat
Hingga Jumat pagi, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban dengan melakukan penyisiran di kawasan sekitar air terjun. Fokus pencarian diarahkan ke titik LKP yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum terbawa arus.
Abdul Malik memastikan pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Tim SAR gabungan mengerahkan personel dari berbagai unsur untuk memperluas jangkauan penyisiran di sekitar aliran air terjun.