BUKITTINGGI — Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali meningkat pada Sabtu (30/5) pagi. Berdasarkan catatan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, erupsi terjadi pukul 08:42 WIB dengan kolom abu teramati setinggi 2.000 meter di atas puncak. Intensitas abu tergolong tebal dan bergerak condong ke timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini sekitar 1 menit 25 detik,” tulis PVMBG dalam keterangan resmi yang diterima Antara. Hingga laporan diturunkan, aktivitas vulkanik di gunung tersebut masih terus berlangsung.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat. Ancaman utama bukan hanya dari lontaran material pijar di kawah, melainkan juga potensi lahar dingin. Warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika wilayah puncak diguyur hujan lebat.
Risiko lain yang mengintai adalah hujan abu. Masyarakat diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan. Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu tebal agar tidak roboh.
Pemerintah daerah dari empat wilayah terus melakukan koordinasi intensif dengan PGA Marapi di Bukittinggi untuk memantau perkembangan situasi secara real-time. Keempat daerah tersebut adalah:
Menyikapi erupsi terbaru ini, PVMBG melarang keras masyarakat, termasuk para pendaki, pengunjung, dan wisatawan, untuk memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek. Peringatan ini bersifat mutlak mengingat potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului gempa signifikan.
Pihak berwenang juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas. “Jangan terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks terkait kondisi Gunung Marapi,” imbau PVMBG dalam keterangannya.
Hingga berita ini diturunkan, Gunung Marapi masih bertahan pada Status Level II (Waspada). PVMBG belum mengumumkan perubahan status, namun rekomendasi yang dikeluarkan tergolong ketat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PGA Marapi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.