BATUSANGKAR — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 13 hingga 26 Mei 2026. Penetapan ini dilakukan sehari setelah banjir dan tanah longsor melanda enam kecamatan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan status darurat ini bertujuan mempercepat seluruh proses penanganan, mulai dari evakuasi, pendirian posko, hingga distribusi bantuan. “Di masa tanggap darurat ini, Pemerintah Daerah bersama instansi terkait lainnya secara bersama melakukan penanganan bencana dengan cepat,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Indojolito Batusangkar, Kamis (14/5/2026).
Rapat yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu langsung memutuskan titik-titik posko penanganan. Posko utama dipusatkan di kantor BPBD Tanah Datar, sementara posko kecamatan berada di masing-masing kantor camat. Untuk Kecamatan Lintau Buo, pemerintah menyiapkan posko tambahan di timbangan Nagari Taluak yang akan difungsikan sebagai dapur umum dan pusat logistik.
Kecamatan Lintau Buo Paling Parah, 78 Rumah Hanyut
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD, Kecamatan Lintau Buo menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Sebanyak 78 rumah, 2 warung, dan 1 unit sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa banjir. Akibatnya, 12 kepala keluarga atau 51 orang terpaksa mengungsi, dan 91 kepala keluarga lainnya masih terisolir.
Di Kecamatan Lintau Buo Utara, banjir merendam 33 rumah dan memaksa 4 kepala keluarga atau 15 orang meninggalkan kediaman mereka. Sementara itu, di Padang Ganting, selain 6 rumah terdampak, longsor juga menimpa badan jalan di Nagari Rajo Dani dan Koto Gadang Hilir. Luapan aliran Batang Sungai Pagie memperparah kondisi di wilayah tersebut.
Kecamatan Tanjung Emas mencatat 54 rumah dan 2 kedai terendam banjir, dengan 10 orang berhasil dievakuasi. Di Sungai Tarab, longsor menyebabkan badan jalan terban di Nagari Pasie Laweh. Adapun di Salimpaung, longsor dan pohon tumbang menutupi akses jalan utama.
Pemkab Minta Warga Waspada Bencana Susulan
Bupati Eka Putra meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk BPBD dan Dinas PUPR, segera menginventarisasi potensi bencana susulan. Ia secara khusus meminta kedua dinas tersebut meninjau hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago karena ditemukan penumpukan sedimen dan lumpur yang berbahaya jika hujan lebat kembali turun.
Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra bersama Dandim 0307/TD Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi mendukung penuh penetapan status tanggap darurat. Menurut Anton, langkah ini membuat pendanaan dan konsentrasi penanganan bencana berjalan lebih maksimal. “Melihat dan belajar dari bencana sebelumnya, kami sepakat melaksanakan masa tanggap darurat 14 hari ke depan,” kata Anton.
Usai rapat yang dimoderatori Sekda Abdurrahman Hadi, rombongan langsung meninjau lokasi bencana. Eka Putra mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena cuaca hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.