SUMATERA BARAT — Corporate Secretary WIKA Ngatemin menjelaskan, proyek yang berada di kawasan pesisir ini menghadapi tantangan teknis cukup tinggi, terutama karena karakteristik tanah lunak. Untuk mengatasinya, WIKA menerapkan metode konstruksi yang tidak lazim dipakai di proyek tol pada umumnya.
"Kehadiran proyek ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan banjir rob di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya," ujar Ngatemin dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).
Combi Wall dan Matras Bambu Jadi Andalan
Salah satu elemen kunci dalam proyek ini adalah struktur combi wall. Dinding ini berfungsi ganda: sebagai bagian dari tanggul laut sekaligus penahan timbunan badan jalan tol. Struktur tersebut dirancang untuk menahan tekanan kombinasi tanah dan air laut, termasuk tekanan hidrostatik serta potensi penurunan tanah.
"Struktur ini berperan penting dalam menjaga stabilitas konstruksi jangka panjang di wilayah pesisir yang rawan terhadap banjir rob," katanya.
Selain combi wall, WIKA juga menggunakan metode timbunan pasir di atas matras bambu. Teknik ini dipilih untuk memperkuat tanah dasar, mendistribusikan beban timbunan secara lebih merata, dan mengurangi risiko penurunan diferensial pada tanah lunak. Metode ini menjadi solusi klasik namun efektif di proyek-proyek infrastruktur pesisir Indonesia.
Capaian Pekerjaan dan Target ke Depan
Hingga saat ini, progres 83,39 persen mencakup sejumlah pekerjaan utama, antara lain pembangunan mainroad, ramp on, ramp off, elevated bridge, serta pemasangan combi wall dan timbunan pasir di atas matras bambu. WIKA menargetkan seluruh pekerjaan seksi ini dapat rampung sesuai jadwal.
"Kami berupaya memastikan pekerjaan berjalan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta penerapan metode yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir," tutup Ngatemin.
Proyek Tol Semarang–Demak merupakan bagian dari program strategis nasional yang tidak hanya bertujuan memperkuat konektivitas Pantura, tetapi juga menjadi model infrastruktur multifungsi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan ancaman banjir rob.