PADANG — Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat melaporkan total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp12,71 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 14,68 persen secara tahunan (year on year).
Aset dan Dana Pihak Ketiga Ikut Meningkat
Selain pembiayaan, aset perbankan syariah di Sumatera Barat juga tercatat naik. Hingga Maret 2026, total aset mencapai Rp14,84 triliun, tumbuh 13,30 persen dibandingkan Maret 2025.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,27 triliun. Angka ini meningkat 3,04 persen secara tahunan, yang menurut OJK menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah masih terjaga.
Kualitas Pembiayaan Masih Terkendali
Dari sisi risiko, rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,75 persen. Meski sedikit naik dari posisi Maret 2025 yang sebesar 1,49 persen, OJK menilai level tersebut masih dalam kategori sehat dan terkendali.
Kontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan pertumbuhan di sektor perbankan syariah sejalan dengan kinerja ekonomi daerah. Ia mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tumbuh 5,02 persen secara tahunan.
“Perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan pembiayaan mencapai 14,68 persen secara tahunan, yang menunjukkan sektor ini tetap memiliki kontribusi penting dalam mendukung perekonomian daerah,” kata Roni dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (2/6/2026).
Bagaimana Kinerja Perbankan Konvensional?
Secara keseluruhan, industri perbankan di Sumatera Barat mencatat total aset sebesar Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen. Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp75,50 triliun atau meningkat 2,98 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 9,24 persen menjadi Rp62,92 triliun.
Roni menambahkan, stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global. OJK akan terus mendorong penguatan sektor ini agar mampu mendukung pembiayaan produktif dan meningkatkan inklusi keuangan di Sumatera Barat.