Pencarian

Pemkot Sawahlunto Integrasikan Pajak F&B ke Bank Nagari, Target Kebocoran PAD Tertutup

Senin, 08 Juni 2026 • 20:29:31 WIB
Pemkot Sawahlunto Integrasikan Pajak F&B ke Bank Nagari, Target Kebocoran PAD Tertutup
Pemkot Sawahlunto integrasikan pajak F&B dengan Bank Nagari untuk rekonsiliasi real-time.

Inti dari transformasi ini adalah pemisahan pembukuan antara usaha dan pemungutan pajak. Selama ini, pencatatan pajak F&B kerap tidak sinkron antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Dengan sistem digital, setiap transaksi yang dikenai pajak akan langsung tercatat secara real-time.

“Kalau masih manual, celah kebocoran terbuka lebar. Dengan digitalisasi, setiap transaksi F&B yang kena pajak akan langsung tercatat rapi. Pemerintah fokus sebagai pemungut, pelaku usaha fokus jualan,” ujar Kabid Pendapatan saat memaparkan skema baru dalam rapat tersebut.

Pemisahan ini diyakini mampu mendongkrak akurasi perhitungan PAD. Sektor F&B di Sawahlunto dinilai memiliki potensi besar, namun setoran yang masuk selama ini belum optimal.

Peran Bank Nagari: Rekonsiliasi Jadi Real-Time

Pemkot Sawahlunto menggandeng Bank Nagari sebagai mitra pembayaran. Skemanya, pelaku usaha membayar pajak melalui aplikasi atau perangkat yang terintegrasi langsung dengan sistem bank. Dana tersebut akan masuk ke kas daerah tanpa melalui proses manual yang berpotensi memperlambat aliran uang.

Wakil Cabang Bank Nagari Sawahlunto menyebut integrasi ini memangkas waktu rekonsiliasi yang sebelumnya bisa memakan waktu berminggu-minggu. “Sekarang real time. Lebih cepat, lebih transparan, lebih akuntabel,” ujarnya.

Pelaku Usaha Minta Aturan Diterapkan Adil

Rapat yang dihadiri Kaban BPKAD, Kabid Pendapatan, serta puluhan pelaku usaha F&B itu juga membahas teknis pelaksanaan. Mulai dari cara pendaftaran wajib pajak, jenis aplikasi, tarif, hingga jadwal implementasi bertahap.

Para pelaku usaha menyambut positif kebijakan ini. Namun, mereka menitipkan satu catatan penting: aturan harus diterapkan secara adil kepada semua pengusaha F&B, tanpa terkecuali. “Kami siap bayar pajak asal semua kena. Jangan sampai yang taat jadi rugi karena yang lain tidak,” kata salah satu pemilik kafe.

Catatan itu langsung ditampung oleh Pemkot Sawahlunto untuk menjadi bahan penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara penuh. Target pemerintah daerah, melalui skema digital dan integrasi perbankan ini, PAD dari sektor jasa makanan dan minuman bisa lebih sehat, transparan, dan minim kebocoran.

Bagikan
Sumber: minangkabaunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks