PADANG — PT Semen Padang tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga legitimasi hijau. Perusahaan pelat merah itu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tingkat organisasi selama tiga hari di Wisma Indarung, Selasa-Kamis (9-11/6/2026). Targetnya: pada Juli 2026, data emisi karbon perusahaan sudah terverifikasi dan diakui secara global.
Mengapa Sertifikasi Ini Mendadak Penting?
Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, membuka langsung bimtek yang diikuti personel lintas unit. Ia menyebut kebutuhan ini muncul seiring ekspansi ekspor, terutama untuk semen tipe 52,5 N yang dipasarkan ke Reunion Island. Mitra internasional mulai meminta bukti pengendalian emisi sesuai ISO 14064.
"Aspek keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis. Kemampuan perusahaan dalam menghitung, mengevaluasi, dan melaporkan emisi karbon secara terukur menjadi kebutuhan penting untuk mendukung transaksi bisnis di pasar internasional," ujar Andria.
Standar Baru untuk Data Emisi yang Lebih Kredibel
Selama ini PT Semen Padang sudah menghitung emisi menggunakan metodologi World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), yang lazim dipakai industri semen. Namun, agar data itu diakui lebih luas, perusahaan perlu naik kelas ke standar ISO 14064-1:2018.
Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bimtek ini merupakan tahap awal dari rangkaian penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan. Data yang sudah ada akan diinventarisasi ulang sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga pelaporan dan verifikasi.
Tim Khusus Dibentuk, Proses Verifikasi Ditargetkan Juli 2026
Usai bimtek, perusahaan akan membentuk tim khusus yang dipimpin Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi sebagai process owner. Tim ini bertanggung jawab melakukan penghitungan emisi secara mandiri, dengan dukungan unit kerja yang menjadi sumber data maupun penghasil emisi.
"Target kami, pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional," kata Arie.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik, yaitu Iwan Fajar Pahlawan dan Eko Sulistyo Wibowo.
Jaga Daya Saing di Tengah Regulasi Karbon Global
Andria menambahkan, program ini juga menjadi persiapan menghadapi kebijakan pengendalian emisi karbon seperti Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan regulasi perdagangan internasional yang mewajibkan pelaporan jejak karbon produk. Ia menekankan keberhasilan sertifikasi ini bukan tugas individu, melainkan kontribusi bersama untuk pencapaian target ESG perusahaan.
"Di tengah persaingan industri semen yang semakin kompetitif, aspek keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas," katanya.