Pencarian

OpenAI Rilis GPT-Live, Mode Suara ChatGPT Kini Bisa Disela dan Paham Konteks Ngobrol

Kamis, 09 Juli 2026 • 01:07:21 WIB
OpenAI Rilis GPT-Live, Mode Suara ChatGPT Kini Bisa Disela dan Paham Konteks Ngobrol
OpenAI meluncurkan GPT-Live dengan mode suara full-duplex yang memungkinkan interaksi lebih natural.

SUMATERA BARAT — OpenAI memperkenalkan GPT-Live, sebuah model suara anyar yang diklaim mampu membuat interaksi dengan ChatGPT terasa seperti ngobrol dengan manusia sungguhan. Dalam siaran langsung yang digelar hari ini, tim pengembang yang terdiri dari Kundan Kumar, Yuchen Zhang, Ehsan Asdar, dan Rithesh Kumar mendemonstrasikan kemampuan terbaru ini.

Apa Itu GPT-Live dan Bedanya dengan Mode Suara Lama?

Berbeda dari mode suara ChatGPT sebelumnya yang hanya bisa mendengar atau berbicara secara bergantian, GPT-Live menggunakan arsitektur full-duplex. Artinya, model ini bisa mendengar dan berbicara dalam waktu bersamaan. Pengguna bisa menyela saat AI sedang berbicara, dan ChatGPT akan merespons secara real-time tanpa perlu menunggu giliran.

Model ini juga bisa mengakses pencarian web untuk menjawab pertanyaan yang membutuhkan data terkini. Selain itu, GPT-Live lebih pintar membaca kapan harus diam saat pengguna berpikir, atau kapan perlu mengeluarkan respons pendek seperti "hmm" atau "ya" untuk menunjukkan bahwa ia masih memperhatikan.

Dua Varian Model: GPT-Live-1 dan GPT-Live-1-mini

OpenAI menyediakan dua versi GPT-Live untuk memulai. GPT-Live-1-mini menjadi mode suara default bagi pengguna gratis. Sementara itu, pelanggan berbayar di semua tingkatan akan mendapatkan akses ke GPT-Live-1 yang lebih canggih.

Kedua model ini mulai digulirkan secara global hari ini ke pengguna ChatGPT di iOS, Android, dan web. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa aplikasi desktop ChatGPT yang sebelumnya sempat menarik fitur suara, kini kembali mendukung mode ini.

Keterbatasan di Peluncuran Perdana

Meski terdengar revolusioner, GPT-Live belum mendukung fitur suara dengan video atau berbagi layar. OpenAI menyatakan fitur-fitur tersebut masih dalam pengembangan dan untuk sementara waktu hanya tersedia di mode suara ChatGPT versi lama.

Soal bahasa, OpenAI mengaku telah mengoptimalkan GPT-Live untuk bahasa-bahasa yang paling populer di ChatGPT. Namun, untuk beberapa bahasa tertentu, model ini mungkin masih memiliki aksen non-native atau celah dalam kefasihan. Perusahaan berjanji akan terus meningkatkan kualitas lintas bahasa ke depannya.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Pembaruan ini jelas menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering menggunakan ChatGPT sebagai asisten suara untuk brainstorming, belajar, atau sekadar ngobrol santai. Kemampuan menyela dan mendengar simultan membuat interaksi terasa jauh lebih cepat dan tidak kaku. Bagi pengguna gratis, GPT-Live-1-mini sudah menjadi peningkatan besar dari mode suara dasar sebelumnya.

Untuk pengguna di Indonesia yang terbiasa menggunakan ChatGPT dalam bahasa Inggris, peluncuran ini bisa langsung dinikmati hari ini. Namun, untuk percakapan dalam bahasa Indonesia, mungkin masih perlu menunggu peningkatan lebih lanjut dari sisi kefasihan model.

Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks