PASAMAN — Kaki depan kiri anak beruang madu itu membengkak setelah terjerat jerat tali nilon yang dipasang di area perkebunan warga. Kepala Resort BKSDA Pasaman, Edi Susilo, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.30 WIB pada Sabtu (11/7/2026) dan langsung menerjunkan petugas ke lokasi.
“Setibanya di lokasi, petugas menemukan anak beruang madu dalam kondisi kaki depan sebelah kiri membengkak akibat terjerat tali nilon,” ujar Edi kepada Sumbarkita.
Evakuasi Butuh Pembiusan Agar Aman
Proses penyelamatan tidak bisa dilakukan secara langsung karena satwa dalam kondisi stres dan bisa membahayakan petugas maupun warga sekitar. Tim BKSDA memutuskan untuk membius beruang tersebut terlebih dahulu.
“Setelah beruang berhasil dibius, kami mengevakuasinya menggunakan jaring dari lokasi tempat satwa terjerat menuju kandang, lalu dibawa ke Kantor BKSDA Lubuk Sikaping,” jelas Edi.
Usia Sekitar Satu Tahun, Akan Dilepasliarkan Kembali
Satwa yang dievakuasi merupakan anak beruang madu betina dengan perkiraan usia sekitar satu tahun. Lokasi jerat berada di Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, yang merupakan area perbatasan antara kebun karet dan sawit milik warga dengan kawasan hutan.
Edi menyebut, setelah menjalani observasi dan pengobatan di kantor resort, anak beruang tersebut akan kembali dilepasliarkan ke habitat aslinya. “Kami pastikan kondisinya pulih dulu sebelum dikembalikan ke alam,” tambahnya.
Jerat Tali Nilon Ancaman Serius bagi Satwa Liar
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara satwa liar dan aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan masih kerap terjadi. Jerat berbahan nilon yang digunakan warga untuk berburu babi atau hewan lain kerap tanpa sengaja menjerat satwa dilindungi seperti beruang madu.
BKSDA Pasaman mengimbau masyarakat untuk tidak memasang jerat di area yang berbatasan langsung dengan hutan, serta segera melapor jika menemukan satwa liar yang terperangkap atau terluka. Satwa yang sudah dievakuasi kini dalam masa pemulihan di kantor BKSDA Lubuk Sikaping.