PADANG — Peringatan itu disampaikan menyusul analisis Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau yang memprediksi cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah Sumbar dalam tiga hari ke depan. Status siaga diberikan kepada Kota Padang, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.
Wilayah berstatus waspada meliputi Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, dan Solok Selatan beserta daerah sekitarnya.
Mengapa Hujan Lebat Berpotensi Terjadi Tiga Hari ke Depan
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Decky Irmawan menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang aktif di wilayah Sumbar. Ada sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Berdasarkan analisis, terdapat sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Barat, di antaranya Gelombang Rossby Equatorial, daerah pertemuan arus angin atau konvergensi, serta belokan angin (shearline)," ujar Decky melalui siaran persnya.
Anomali suhu muka laut di perairan barat Sumbar juga terpantau positif. Kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan awan hujan secara intensif di sejumlah wilayah.
Warga Diminta Kenali Tanda Bahaya di Lingkungan Sendiri
Arry menekankan kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh peran aktif masyarakat. Warga diminta memantau perkembangan cuaca, mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing, dan mengikuti arahan petugas kebencanaan bila kondisi memburuk.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera mengambil langkah penyelamatan apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama," ujar Arry di Padang, Jum'at (11/9/2026).
Ia meminta warga tidak menunggu kondisi memburuk. Begitu melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau longsoran, warga diminta segera menjauh dari lokasi berbahaya.
"Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama, debit sungai mulai meningkat, atau masyarakat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran, segera menjauh dari lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko," tegas Arry.
BPBD Kabupaten dan Kota Diminta Perkuat Koordinasi
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Sekda meminta jajaran BPBD kabupaten dan kota bersama seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Koordinasi perlu diperkuat agar informasi dan penanganan bisa dilakukan cepat saat bencana terjadi.
Warga juga diimbau memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah. Informasi terkini bisa diakses melalui aplikasi resmi InfoBMKG, akun Instagram @bmkgminangkabau, atau layanan WhatsApp BMKG di nomor 0812-6812-5907.
Arry mengingatkan kewaspadaan sejak dini menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. Masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dini dan segera melaporkan kondisi berpotensi membahayakan kepada petugas kebencanaan setempat.