PADANG — Sebanyak lima orang utusan Sumatera Barat dipercaya menjadi Dewan Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional di Semarang. Mereka adalah Prof. Ulfatmi dan Rita Gamasari untuk cabang Syarhil Qur'an, Ade pada cabang Khat Al-Qur'an, serta Ihsan Nuzula dan Suwardi.
Kepercayaan ini menjadi modal tambahan bagi Sumbar yang tahun ini mengirimkan kafilah dengan waktu pemusatan latihan (training center/TC) lebih singkat dari rencana awal.
TC Digabung akibat Efisiensi Anggaran
Ketua Harian LPTQ Sumbar Prof. Ikhwan Matondang mengungkapkan, persiapan kafilah hanya melalui dua kali TC resmi. Semula dijadwalkan tiga kali, namun pelaksanaan TC kedua dan ketiga digabungkan sebagai penyesuaian terhadap kondisi anggaran dan kebijakan efisiensi.
“Meski kesempatan TC cukup terbatas, semangat pelatih dan kafilah tidak berkurang. Kami menyatukan tekad agar bisa memberikan hasil terbaik,” ungkap Prof. Ikhwan.
Setelah TC resmi usai, pembinaan tidak berhenti. Para pelatih tetap mendampingi peserta secara mandiri di daerah masing-masing dan menjaga rutinitas latihan. “Kami tetap mendorong semangat fi sabilillah dan lillahi ta'ala agar pembinaan tetap berjalan secara mandiri di masing-masing cabang,” ujarnya.
Modal Juara Umum MTQ Korpri Nasional
Keyakinan LPTQ Sumbar mendapat suntikan energi dari capaian terbaru pada MTQ Korpri Nasional. Kafilah Sumbar berhasil mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Prestasi itu diharapkan menjadi motivasi bagi peserta MTQ Nasional agar tampil percaya diri dan kembali mencatatkan hasil terbaik untuk Ranah Minang.
Mahyeldi: Prestasi Bukan Tujuan Utama
Gubernur Mahyeldi menegaskan, keikutsertaan dalam MTQ Nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang mengejar gelar. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jaga kekompakan dan disiplin, serta niatkan perjuangan ini sebagai ikhtiar untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di hadapan jajaran Dewan Hakim, pelatih, dan kafilah.
“Prestasi tentu menjadi harapan. Namun, yang lebih utama adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan akhlak dan kebersamaan,” katanya.
Mahyeldi turut mengajak masyarakat Sumbar memberikan dukungan doa bagi para peserta yang akan bertanding. Menurutnya, dukungan publik menjadi energi tersendiri bagi kafilah selama berlaga di kompetisi nasional.
Jadwal Keberangkatan ke Semarang
Rombongan kafilah Sumbar dijadwalkan berangkat ke Semarang pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Sisa waktu sebelum keberangkatan akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan persiapan kemampuan, fisik, dan mental.
Prof. Ikhwan berharap seluruh upaya yang dilakukan mendapat ridha Allah SWT, sehingga kafilah mampu memenuhi target yang ditetapkan dan membawa pulang prestasi membanggakan untuk Sumatera Barat.