PADANG — Musda yang berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 Juli 2026, mengusung tema "Meneguhkan Khidmat Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat". Mahyeldi menilai, tanpa bimbingan ulama, nilai-nilai ABS-SBK tidak akan membumi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar.
Ulama Jadi Garda Terdepan Jati Diri Minang
Mahyeldi menyebut posisi MUI sangat strategis karena sejalan dengan undang-undang yang menegaskan falsafah ABS-SBK dan adat salingka nagari sebagai kearifan lokal. Ia mengingatkan bahwa identitas budaya Minangkabau tidak akan bertahan tanpa peran aktif para ulama dalam memberikan keteladanan.
"Kalau tidak ada bimbingan ulama, tentu falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tidak akan membumi sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang," ujar Mahyeldi dalam sambutannya.
Masukan Perantau di AS Jadi Pengingat
Gubernur mengungkapkan, kepedulian terhadap ABS-SBK tidak hanya datang dari dalam daerah. Ia mencontohkan adanya masukan dari perantau Minang di Amerika Serikat yang mengingatkan pentingnya menjaga keaslian nilai budaya dan syariat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Minang di mana pun berada tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap jati diri daerahnya. "Mudah-mudahan Musyawarah Daerah MUI Sumatera Barat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik yang membawa manfaat bagi umat dan daerah," harap Mahyeldi.
Sinergi Pemerintah dan MUI untuk Pembangunan
Mahyeldi mengajak MUI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membimbing umat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan keislaman di Sumbar. Ia mengapresiasi kehadiran para ulama dan pimpinan organisasi Islam dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Ia berharap Musda XI MUI Sumbar menghasilkan keputusan yang semakin memperkuat peran MUI dalam membina kehidupan keagamaan dan mendukung pembangunan daerah. Keberlangsungan nilai ABS-SBK, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.