Pencarian

Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dan Siap Balas Serangan AS, Trump Ancaman Target Energi

Kamis, 16 Juli 2026 • 11:20:31 WIB
Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dan Siap Balas Serangan AS, Trump Ancaman Target Energi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan Iran tidak akan bernegosiasi dan siap membalas setiap serangan AS.

SUMATERA BARAT — Pernyataan Baghaei menegaskan sikap Tehran di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperluas serangan ke pembangkit listrik dan jembatan Iran. "Saat ini kami tidak berencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada membela negara," kata Baghaei kepada wartawan, seperti dilansir CNN dari Jaringan Berita Mahasiswa Iran (SNN).

Prinsip Iran: Setiap Pelanggaran AS Akan Dibalas

Baghaei menegaskan Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Ia menilai Washington telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal konflik. "Ini adalah prinsip, dan kami akan terus mengikutinya," ujarnya.

Senada dengan Baghaei, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyatakan Iran akan merespons dengan tegas setiap tindakan agresi. "Kami tidak akan membiarkan tindakan agresi atau tindakan apa pun terhadap bangsa Iran tanpa balasan," kata Gharibabadi kepada Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA).

Serangan ke Pulau Hengam dan Ancaman Trump soal Target Energi

Tak lama setelah pernyataan Baghaei beredar, kantor berita semi-resmi Mehr News Agency melaporkan bahwa AS menyerang Pulau Hengam Iran di dekat Selat Hormuz. Laporan itu belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (15/7), Trump mengancam akan meningkatkan serangan secara bertahap. "Kami menyerang mereka dengan sangat, sangat keras. Kami menyerang setiap hal yang mereka miliki di sepanjang pantai," kata Trump. Ia memperingatkan jika Iran tidak kembali ke meja perundingan, serangan akan menyasar pembangkit listrik dan jembatan pada pekan depan.

"Mereka Ingin Membuat Kesepakatan"

Meski melontarkan ancaman, Trump mengklaim Iran sebenarnya tidak punya pilihan selain berunding. Ia mengaku perwakilan AS telah menghubungi pejabat Iran sekitar satu jam sebelum wawancara. "Mereka ingin membuat kesepakatan. Lebih baik kalian membuat kesepakatan. Kalian tidak akan memiliki siapa pun yang tersisa," katanya.

Pernyataan kontradiktif antara ancaman dan tawaran negosiasi itu memperkuat ketidakpastian di kawasan. Iran, melalui pernyataan resmi dua pejabat diplomatiknya, menolak tekanan dan memilih jalur perlawanan. Eskalasi konflik ini berpotensi mengganggu stabilitas Selat Hormuz, jalur vital pengangkutan minyak dunia.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks