PAINAN — Sektor pertanian di Sumatera Barat mulai merasakan transformasi energi. PLN melalui anak usahanya, PLN Energy Services (PLN ES), bersama PLN UP3 Padang dan ULP Painan, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemilik huller Jhoni Hendra di Painan, Selasa (14/7). Kesepakatan ini menandai dimulainya pilot project Electrifying Agriculture di provinsi tersebut.
Mesin Baru, Energi Baru untuk Petani
Dalam paket kerja sama ini, PLN tidak hanya menyambungkan daya listrik baru. Mereka juga menyediakan mesin pemecah kulit padi (huller), mesin pemutih beras (polisher), dan dinamo listrik. Tujuannya, proses produksi bisa berjalan lebih efisien tanpa lagi bergantung pada solar yang harganya fluktuatif.
Jhoni Hendra, pemilik penggilingan, menjadi pelanggan pertama yang merasakan langsung peralihan ini. Sebelumnya, ia harus mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi karena harga solar yang terus naik.
PLN: Listrik Bukan Cuma untuk Terang-Terang
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan bahwa program ini adalah wujud transformasi layanan PLN. Menurutnya, listrik kini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas usaha.
"PLN berkomitmen mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pemanfaatan energi listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Pilot project ini menjadi bukti bahwa listrik dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan produktivitas usaha, menekan biaya operasional, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pertanian modern," ujar Ririn.
Mengapa Petani Beralih ke Listrik?
Alasan utamanya adalah efisiensi biaya dan ramah lingkungan. Dengan listrik, biaya operasional penggilingan padi bisa ditekan karena harga per kilowatt-hour (kWh) lebih stabil dibandingkan solar. Selain itu, proses produksi menjadi lebih bersih tanpa emisi gas buang.
Program ini juga menjadi solusi atas ketergantungan sektor pertanian terhadap bahan bakar fosil. PLN berharap, keberhasilan di Pesisir Selatan bisa menjadi contoh bagi pelaku usaha pertanian lain di Sumatera Barat.
Dukungan Teknologi dari Hulu ke Hilir
Kolaborasi antara PLN UP3 Padang dan PLN ES tidak berhenti pada penyambungan listrik. Mereka juga mendampingi pelanggan dalam hal penyediaan teknologi dan peralatan yang dibutuhkan. Pendekatan ini memastikan proses elektrifikasi berjalan efektif sesuai kebutuhan usaha masing-masing petani.
Ke depan, PLN menargetkan program Electrifying Agriculture bisa diperluas ke daerah-daerah sentra pertanian lain di Sumatera Barat. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi PLN sebagai mitra pembangunan yang mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.