Pencarian

Niniak Mamak Diminta Jadi Benteng Moral Generasi Muda di Pasaman Barat, Pemprov Sumbar Soroti Ancaman Narkoba dan Teknologi

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:47:45 WIB
Niniak Mamak Diminta Jadi Benteng Moral Generasi Muda di Pasaman Barat, Pemprov Sumbar Soroti Ancaman Narkoba dan Teknologi
Pemprov Sumbar meminta niniak mamak menjadi benteng moral generasi muda di Pasaman Barat untuk menangkal ancaman narkoba dan dampak negatif teknologi.

PASAMAN BARAT — Ancaman terhadap moral generasi muda di Sumatera Barat dinilai sudah berada pada level darurat. Pemerintah provinsi pun tidak bisa bekerja sendiri. Staf Gubernur Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris LKAAM Provinsi Sumbar, menegaskan bahwa niniak mamak harus kembali mengambil peran sentral sebagai benteng terakhir nilai-nilai budaya dan agama di tengah gempuran era digital.

Empat Ancaman Utama yang Menggerogoti Generasi Muda

Dalam sambutannya di Rumah Gadang Rajo Aia Bangih, Jasman membeberkan sejumlah faktor yang memicu kemerosotan moral. Ia menyebut rendahnya pemahaman terhadap nilai agama dan adat istiadat sebagai akar masalah. "Ditambah penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan yang paling mengkhawatirkan adalah pengaruh negatif dari perkembangan teknologi dan media digital yang tidak terkontrol," ujarnya di hadapan para tokoh adat dan Bundo Kanduang yang hadir.

Jasman juga menyoroti lemahnya pengawasan dari keluarga inti, terutama dari kakek-nenek dari pihak ibu. Menurut filosofi Minangkabau, tanggung jawab membesarkan anak keponakan berada di pundak penghulu. Jika pengawasan ini longgar, maka masa depan nagari pun ikut terancam.

Sanksi Sosial sebagai Alat Pengendali

Yang menarik dari pernyataan Jasman adalah pengingatnya mengenai kewenangan tradisional yang masih melekat pada penghulu. Ia menegaskan bahwa wewenang niniak mamak tidak hanya sebatas menasihati, tetapi juga mencakup pemberian sanksi sosial terhadap anggota suku yang melanggar norma adat. "Ini adalah bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keharmonisan dalam masyarakat," tegasnya.

Ia mengajak seluruh penghulu untuk tidak segan membangun komunikasi yang erat dengan keluarga dan masyarakat. "Bangsa yang kuat lahir dari generasi muda yang berkarakter. Di sinilah peran nenek menjadi sangat penting sebagai penjaga nilai-nilai tradisional," imbuh Jasman, mengutip pepatah adat yang menempatkan perempuan sebagai tokoh sentral dalam pendidikan anak.

Penobatan Rajo Adat: Simbol Penguatan Identitas Budaya

Acara Penobatan Rajo Adat Aia Bangih sendiri menjadi momentum strategis bagi Pemprov Sumbar untuk mengingatkan kembali pentingnya pelestarian adat. Pemerintah memandang penguatan peran niniak mamak sebagai salah satu landasan dalam menjaga ketahanan sosial, berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Selain dihadiri oleh Bupati Pasaman Barat dan anggota DPRD, upacara adat ini juga dimeriahkan oleh rombongan Birian/Balahan Rajo Aia Bangih dari Tapanuli Selatan. Kehadiran mereka menandakan bahwa jaringan adat Minangkabau masih terjalin kuat lintas provinsi, dan bisa menjadi kekuatan kolektif untuk melawan degradasi moral yang mengancam generasi penerus.

Bagikan
Sumber: sumbar.sigapnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks