PASAMAN BARAT — Langkah Afri Suhaldi menuju kursi pimpinan Nagari Lingkuang Aua semakin pasti. Ketua Bamus periode 2022 hingga saat ini itu mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali nagari di Pilwana 2026, Jumat (17/7) pagi.
Di hadapan panitia, Afri menyerahkan seluruh dokumen persyaratan yang telah dinyatakan lengkap. Proses pendaftaran berlangsung di pusat Ibu Kota Pasaman Barat, Simpang Empat, lokasi yang juga menjadi tempat kelahiran dan pembesaran pria berusia 41 tahun tersebut.
Modal Pengalaman di Pemerintahan dan BUMN
Afri bukan wajah baru di birokrasi dan pelayanan publik. Sebelum menjabat Ketua Bamus, ia pernah bekerja di Kantor Bupati Pasaman Barat dan menjadi pegawai BUMN Damri. Kombinasi pengalaman di pemerintahan dan perusahaan negara ini dinilai menjadi modal penting untuk memimpin nagari.
"Berkat dukungan keluarga, sanak family, ninik mamak, cadiak pandai, pemuda, pemudi dan para tokoh maka saya memantapkan diri untuk maju membangun nagari melalui Pilwana 2026 ini," kata bapak tiga anak ini saat ditemui usai pendaftaran.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pembangunan
Dalam pernyataannya, Afri menyadari tantangan anggaran yang terbatas. Ia menekankan perlunya kerja keras dalam menyusun anggaran dan membangun kebersamaan lintas elemen.
"Ini diperlukan kebersamaan dan kolaborasi mulai dari Bamus, jajaran nagari, Pemkab Pasaman Barat, pelaku usaha kreatif dan perusahaan swasta yang ada," ujarnya.
Afri menargetkan Nagari Lingkuang Aua bisa maju dengan tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ia mengajak semua pihak menyukseskan Pilwana dengan semangat kekeluargaan.
"Mohon restu dari semua pihak. Terima kasih. Mari sukseskan Pilwana badunsanak ini," harap dia.
Jejaring Lokal dan Pemahaman Karakter Warga
Lahir, sekolah, dan besar di Simpang Empat, Afri mengaku paham betul karakter masyarakat Lingkuang Aua yang penuh keberagaman. Kemampuan sosial dan jejaring yang luas selama menjabat di Bamus dan bekerja di instansi lain membuatnya dinilai cakap memimpin nagari ke depan.
Pilwana Nagari Lingkuang Aua tahun ini menjadi ajang bagi warga untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu membawa perubahan di pusat ibu kota kabupaten tersebut.