PARIAMAN — Warga Pasar Kayu Tanam dikejutkan suara ledakan keras yang diikuti kobaran api yang dengan cepat melalap belasan kios. Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan api dengan cepat merambat ke bangunan lain akibat angin kencang yang tengah melanda wilayah tersebut. "Kebakaran kemungkinan ledakan gas, karena ada warga yang mendengar suara ledakan di salah satu warung," ujarnya di Parik Malintang, Rabu.
Angin Kencang dan Cuaca Buruk Mempercepat Perambatan Api
Padang Pariaman dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir dilanda angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini disebut sebagai faktor utama yang membuat api sulit dikendalikan dan cepat menyebar ke kios-kios lainnya. "Penyebab api cepat menyebar ke kios lainnya karena angin kencang menimpa daerah itu," kata Rifki.
Pihaknya menerima laporan dari warga pada pukul 10.13 WIB. Tim pemadam kebakaran dari tujuh daerah dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB atau setelah tiga jam upaya pemadaman.
10 Unit Damkar Dikerahkan dari 7 Daerah
Operasi pemadaman melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, hingga Kota Bukittinggi. Kerja sama lintas daerah ini menjadi bukti betapa besarnya skala kebakaran yang terjadi di pasar tradisional tersebut.
Tak Ada Korban Jiwa, Satu Warga Alami Sesak Napas
Rifki memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Dari belasan kios yang terbakar, enam di antaranya merupakan tempat tinggal sekaligus usaha. Pemerintah setempat saat ini tengah mencarikan solusi tempat tinggal sementara bagi para penghuni kios yang kehilangan tempat tinggal.
Kerugian Ditaksir Rp2,5 Miliar, Pedagang Kehilangan Sumber Nafkah
"Untuk sementara kerugian akibat kebakaran tersebut sekitar dua setengah miliar rupiah," kata Rifki. Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut oleh tim gabungan. Kebakaran ini memukul para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari kios-kios di Pasar Kayu Tanam.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan bencana alam, terutama di tengah cuaca buruk yang masih melanda wilayah Padang Pariaman. Pihak berwajib masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.