PARIAMAN — Sebanyak 990 kader Keluarga Berencana (KB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Pariaman menerima penggantian biaya operasional dan transportasi dari pemerintah daerah. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pariaman Yosneli Balad di Aula Balaikota Pariaman, Kamis kemarin.
Dana tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kota Pariaman. Bantuan ini merupakan penggantian biaya operasional kader KB dan biaya transportasi TPK untuk periode Januari hingga Mei 2026.
Ujung Tombak Program Keluarga di Tingkat Kelurahan
Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa para kader merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan pembangunan keluarga di tingkat desa dan kelurahan. Mereka berperan langsung memberikan pendampingan, edukasi, serta pembinaan kepada masyarakat setiap hari.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan Program Bangga Kencana maupun percepatan penurunan stunting tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi dibutuhkan kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong dari seluruh kader KB dan TPK yang setiap hari mendampingi masyarakat," kata Yota di Pariaman, Jumat.
Anggaran untuk Periode Januari–Mei 2026
Pemerintah daerah mengalokasikan penggantian biaya operasional dan transportasi ini untuk menunjang kelancaran tugas para kader. Yota berharap bantuan ini dapat memotivasi para kader untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, puskesmas, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, pelaksanaan program pemerintah di bidang keluarga dan kesehatan diharapkan semakin optimal. "Semoga dengan adanya penggantian uang operasional ini dapat menjadi penyemangat seluruh kader dan TPK Kota Pariaman untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Apresiasi untuk Dedikasi Kader
Yota juga memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader KB dan TPK yang selama ini aktif mendukung Program Bangga Kencana dan upaya percepatan penurunan stunting di Kota Pariaman. Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga.
"Kami berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga sehingga para kader dapat menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang sehat, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.